Kredibilitas Bawaslu Dipertaruhkan Terkait Amplop Luhut






Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus menunjukkan kapabilitas dan kredibilitas dalam mengawasi jalannya Pemilu serentak 2019, khususnya musim kampanye saat ini.

Bawaslu dalam hal ini Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) dituntut untuk segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Pasalnya, Luhut diduga kuat telah melakukan pelanggaran Pemilu berupa politik uang.

"Ini ujian kesekian kalinya untuk Bawaslu, mempertontonkan kapabilitas dan kredibilitas mereka. Sudah begini harusnya Bawaslu bersuara," ujar pengamat politik, Hendri Satrio kepada redaksi, Rabu (3/4).

Bawaslu sebaiknya dengan cepat menelusuri dugaan pelanggaran tersebut. Masyarakat pasti ingin mengetahui secara benar kejadiannya.

Terlebih pemilu sebentar lagi akan dilaksanakan, guna mempertahankan kredibilitas, Bawaslu harus menyikapi ini segera dan sungguh-sungguh.

"Kita tunggu apakah menurut Bawaslu ini pelanggaran atau tidak? Makanya ini saya sebut ujian kesekian kalinya lah untuk Bawaslu. Bisa tidak dia tampil mempertahankan kapabilitas dan kredibilitas dia sebagai pengawas pemilu," tutur Hendri Satrio.

"Nah, makanya kita tunggu Bawaslu, sekalian nguji nyali Bawaslu," tutupnya menambahkan.

Dalam video viral berdurasi 1 menit 23 detik, Luhut meminta pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan, KH Zubair Muntashor mengajak umat dan santrinya untuk berbondong-bondong ke TPS pada 17 April nanti dengan mencoblos "yang baju putih" Jokowi-Maruf. Lalu, Luhut memberikan sang kiai selembar amplop.

RMOL.CO