Sindir Ma'ruf Amin, BPN: Kok Bertanya Pakai Sontekan






Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mempertanyakan penampilan cawapres nomor 02, Ma"ruf Amin, yanh membaca teks saat membaca teks di sesi tanya-jawab debat cawapres.

Hal ini disampaikan jubir BPN Andre Rosiade saat diwawancarai bersama Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma"ruf Amin, Aria Bima.

"Harapan saya ke depan, jangan pakai sontekan lagi, Mas," kata Andre seusai debat cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Aria Bima, yang berdiri di sebelah Andre, langsung menyanggah. "Itu bukan sontekan," katanya.

"Kok bertanya pakai sontekan?" tanya Andre lagi.

"Bukan, Pak Sandi pun pakai ini tadi (gadget) kita lihat. Masalah sontekan tidak dilarang, itu ada data. Kalau soal data, itu kita boleh," ujar Andre.

Dalam debat cawapres sesi keempat, Ma"ruf Amin memang tampak melepas kacamata dan membawa teks saat melontarkan pernyataan maupun tanggapan.

Momen itu terjadi saat Ma"ruf diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada Sandiaga. Dia berdiri, melepas kacamata, dan terlihat membaca secarik kertas.

Untuk diketahui, dalam sesi sebelumnya, Ma"ruf terus lekat dengan kacamatanya serta tampil lepas tanpa teks.

"Pak Sandiaga, lebih dari 60 persen anggaran pendidikan ditransfer ke pemda. Apakah instrumen pemerintah pusat yang bisa dikenalkan pada satu daerah sehingga outputdana transfer daerah sehingga bisa dipantau," tanya Ma"ruf kepada Sandiaga.

Sandiaga tetap dengan gaya awalnya, yakni menjawab tanpa teks. Setelah Sandiaga menjawab pertanyaan pertama, Ma"ruf kembali menimpali, lagi-lagi dengan gaya tanpa mengenakan kacamata dan membaca secarik kertas.

TEROPONGSENAYAN.COM