Simak Penjelasan Sekjen Soal Duit Ratusan Juta di Ruangan Menag Lukman yang Disita KPK






Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang ratusan juta rupiah dari ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Uang tersebut disita penyidik saat melakukan penggeledahan terkait kasus Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy.

Menanggapi hal ini, Sekertaris Jenderal Kementerian Agama M Nur Kholis Setiawan mengaku, pihaknya belum bisa tidak bisa menjelaskan secara rinci soal adanya penyitaan uang ratusan juta dari dalam ruang kerja Menag Lukman Hakim Saifuddin. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada KPK.

"Kalau itu sudah ranahnya KPK, jadi kami sudah tidak bisa berkomentar. Karena tugas kami mendampingi para penyidik

untuk melakukan pembukaaan segel ruangan," kata Nur Kholis di kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3).

Nur Kholis menuturkan, pihaknya hanya menemani penyidik KPK saat melakukan penggeledahan di ruang kerja Lukman Hakim. Dia juga mengaku memberikan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kasus yang diduga menyeret Rommy.

Kami mendampingi mereka mencari dokumen-dokumen yang diperlukan, yang berkaitan dengan kasus yang perlu ditangani," ucapnya.

Oleh karena itu, Nur Kholis menyebut sejumlah dokumen yang disita dari ruang kerja Menag Lukman Hakim sepenuhnya menjadi tanggung jawab KPK.

"Tentu kami tidak bisa berkomentar, tentu itu sudah menjadi ranah KPK," jelas Nur Kholis.

Sebelumnya, penyidik KPK melakukan penggeledahan di ruang kerja Menag Lukman Hakim Saifuddin kurang lebih selama tujuh jam. Tim menyita sejumlah dokumen dan uang ratusan juta dari proses penggeledahan tersebut.

Uang tersebut diduga berkaitan dengan kasus dugaan jual beli jabatan yang makelari oleh Rommy. Diketahui, legislator komisi IX itu sudah mendekam di rutan KPK.

Sementara itu, Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut uang yang disita tim dalam pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat.  “Nanti detailnya tentu akan diupdate lebih lanjut,” katanya pada awak media, Senin (18/3).

Dalam perkara ini KPK menetapkan tiga orang tersangka yaitu Anggota DPR RI, Romahurmuziy atau Rommy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

KPK menduga Rommy menerima suap dari pejabat Kemenag agar bisa memperoleh jabatan tinggi dilingkungan kemenag. Temuan KPK saat OTT, Rommy menerima Rp 300 juta dari pejabat tersebut. Namun, itu bukan penerimaan pertama kali.

Atas dadar itu, Rommy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

JAWAPOS.COM