SETELAH 'APEM' 80 JUTA KINI ADA 'APEL' 18 MILIAR







*SETELAH 'APEM' 80 JUTA KINI ADA 'APEL' 18 MILIAR*

Oleh : Nasrudin Joha

Hebat bener bangsa ini, 'apem' saja laku 80 juta. Sekarang, ada 'apel' seharga 18 miliar. Dalihnya, kebangsaan. Modus saja mau bancakan uang rakyat.
Setelah slogan 'aku Pancasila' tidak bertuah, semua yang sok 'aku Pancasila' masuk penjara, dari Setya Novanto sampai yang paling mutakhir Romahurmuzy, ini modusnya ganti slogan. 'Kita Merah Putih' begitu klaimnya, untuk menghalalkan apel seharga 18 miliar.

Memangnya kalo sudah merah putih, sudah joget sana sini, orasi kosong tanpa makna, urusan bangsa ini kelar ? Jateng sendiri, masih memiliki segudang problem yang tidak kunjung diselesaikan. Duit 18 miliar, lebih elok jika dipergunakan untuk menuntaskan problem rakyat, bukan sekedar bikin euforia dan hiruk pikuk yang tidak jelas.

Belum lagi, anggaran yang dipatok mendadak, tanpa perencanaan matang rawan diselewengkan menjadi modus saja. Jadi ajang konsolidasi politik jelang pemilu dan Pilpres.

Setelah kekuasaan pusat benar-benar digenjot habis untuk mendukung petahana, sekarang giliran penguasa didaerah juga digunakan untuk hal yang sama. Sudahlah ! Tidak usah berbusa dengan ujaran apel kebangsaan, sebut saja konsolidasi politik. Untuk kepentingan melanggengkan kekuasaan. Apa manfaatnya menghamburkan 18 miliar duit rakyat ? Cuma mau bilang 'kita merah putih'?

Lantas jika ada yang mengkritik pemborosan ini, kemudian mudah dituduh anti merah putih ? Omong kosong ujaran kebangsaan. Ganjar saja, terlibat kasus e KTP. Begitu berbusa ngomong merah putih.

Kenapa publik musti rewel ? Cerewet ? Karena itu uang rakyat. Jika publik diam, kekuasaan akan terus lazim disalahgunakan. Mereka, harus paham rakyat ini tidak bodoh seperti yang mereka fikirkan.

Janganlah berpesta pora diatas bangkai penderitaan rakyat. Berempatilah. Lihat saja, anggaran kesehatan rakyat terbengkalai, utang negara menggunung, banyak problem didaerah yang bisa diselesaikan dengan angka 18 miliar.

Sayang sekali, 18 miliar diantaranya hanya digunakan untuk mengundang artis nyanyi nyanyi. Rakyat Ga kenyang disuguhi nyanyi nyanyian, atau deklarasi deklarasian. Rakyat butuh pemimpin yang real memikirkan hajat mereka. [].