Serangan Maman ke Rommy Buka Luka Lama Soal Hubungan Tak Mesra PKB-PPP






Pengamat Politik Universitas Islam Negeri ‎(UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menanggapi, pernyataan bernada serangan yang dilontarkan politikus PKB, Maman Imanulhaq, kepada mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy.

Menurut Adi, serangan Maman tersebut justru membuka luka lama soal hubungan tak mesra antar kedua partai Islam, PPP dan PKB, yang basis suaranya satu irisan di kalangan Nahdliyyin.

"Pernyataan Maman ini hanya membuka luka lama, soal hubungan tak mesra PPP dan PKB. Hubungan gak mesra ini memang berlangsung sejak awal PKB ada (berdiri). Karena irisan pemilihnya sama-sama berebut basis suara NU," kata Adi, Selasa (19/3/2019).

Selain itu, Adi melanjutkan, serangan anggota partai berlambang bola dunia itu tentu akan merusak suasana hati dan harmonisasi kedua parpol. Apalagi PPP saat ini sedang berduka.

"Wajar jika banyak kader partai Ka"bah itu marah karena Maman dianggap merecoki urusan dapur mereka. Mestinya, Maman menghindari diksi agresif untuk menghindari ketegangan dengan PPP. Cukup menggunakan narasi umum saja bahwa Islam memusuhi suap dan korupsi," pungkas Adi.

Kader PPP Meradang

Siketahui, sebelumnya, pernyataan Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Maman Imanulhaq, yang menyebut Ketua Umum PPP Rommy sebagai musuh Islam, membuat kader PPP meradang.

Pernyataan Maman saat berpidato dalam acara deklarasi Alumni Universitas Nasional (Unas) di Studio For Jokowi, Jakarta, Sabtu (16/3/2019), tersebut dianggap menghina PPP.

Ketua DPC PPP Kota Bandung, Zaini Shofari, mengatakan pernyataan Maman Imanulhaq itu sangat menyinggung umat Islam dan Keluarga Besar PPP.

Maman pun dinilai tidak mampu menempatkan dirinya sebagai figur Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama PBNU yang seharusnya menegaskan bahwa perjuangan NU berlandaskan rahmatan lil "alamin.

"Apa makna "Islam ramah, bukan marah" jika setiap peristiwa harus jadi bahan "Al-Makki" dan "Al-Hujjat"," kata Zaini melalui ponsel, Minggu (17/3/2019).

Terlebih, kata Zaini, Maman sebagai kader PKB bukan pihak yang berwenang untuk menangani kasus Rommy.

Ditambah, Maman tidak berkapasitas mengurusi PPP.

"PPP tidak pernah turut campur dan merecoki sedikit pun urusan partai lain. Reshuffle menteri PKB tidak pernah kita komentari. Pun Ketum DPP PKB, Cak Imin, terjerat Kardus Durian, kita pun tidak merecoki," katanya.

Zaini mengatakan seharusnya Maman tidak melakukan over-generalisation dengan penggunaan satu kasus untuk mendukung argumen yang bersifat general atau umum. Hal ini hanya akan memperkeruh situasi.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Maman Imanulhaq mengatakan capres Joko Widodo sangat tegas terhadap pemberantasan korupsi.

Hal itu disampaikan saat pidato deklarasi Alumni Universitas Nasional (Unas) di Studio For Jokowi, Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

“Musuh Islam bukan yang berbeda, musuh Islam adalah nepotisme seperti zaman Orde Baru, musuh Islam adalah korupsi, musuh Islam itu adalah Ketua PPP (Romahurmuziy) yang ditangkap oleh KPK,” ujar Kang Maman, sapaannya.

Pernyataan Maman disambut gelak tawa dan tepuk tangan Alumni Unas.

TEROPONGSENAYAN.COM