Serang Sandiaga, Akun "Ibu Lies" Palsu DIHAJAR Telak BPN Prabowo Sandi






 Warganet geger setelah dalam debat cawapres yang berlangsung semalam, Ahad, 17 Maret 2019, Sandiaga Uno menyebut nama seorang warga bernama Ibu Lis saat menjelaskan visi-misinya dalam program kesehatan, pada kesempatan pertama berbicara.

Sosok Ibu Lis tersebut semakin jelas setelah dalam segmen kedua, Sandiaga menjelaskan kisah mengenai Ibu Lis yang ternyata merupakan seorang warga Sragen.

“… Saya teringat kisah Ibu Lis di Sragen," kata Sandiaga Uno, calon wakil presiden nomor urut 02. “Di mana pengobatannya harus distop karena BPJS tidak lagi meng-cover. Di bawah Prabowo-Sandi, kami pastikan dalam 200 hari pertama, akar permasalahan BPJS dan JKN kita selesaikan."

Sandi menegaskan bahwa persoalan kesehatan akan menjadi fokusnya bila memimpin Indonesia.

“Kisah yang dihadapi Ibu Lis, di mana program pengobatan harus terhenti, karena tidak di-cover oleh BPJS, itu tidak boleh lagi kita tolerir. Indonesia, apalagi akan menjadi negara yang ekonominya nomor lima terbesar di dunia tahun 2045, harus menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakatnya," kata Sandi.

Di tengah keingintahuan warganet mengenai sosok Ibu Lis, muncul sebuah akun dengan foto wanita berhijab yang mengaku bernama Lies Sugiyarti.

Bercuit pertama kali pada saat acara debat masih berlangsung Ahad, 17 Maret 2019 pukul 20.54, akun ini menuliskan:

"Saya tidak kenal Sandiaga Uno".

Akun tersebut kemudian menuliskan beberapa cuitan lagi dan menyudutkan Sandiaga Uno.

Serangan akun @LiesSugiyarti yang ternyata menggunakan foto seorang staff Universitas Gunadarma yang bernama Ega Hegarini pun ramai disikapi serius BPN Prabowo Sandiaga.

Melalui video singkat yang diunggah koordinator Dahnil Anzar, Juru Bicara BPN Prabowo Sandiaga, tim BPN Prabowo-Sandiaga di Jawa Tengah menegaskan bahwa seluruh ucapan Sandiaga mengenai Ibu Lis bukanlah hoax.

class="twitter-tweet">

Para penebar hoax yg memfitnah bu lis dengan menggunakan akun palsu kalian akan diburu cawapres kalian sendiri Pak MA. pic.twitter.com/9FE0ajptGv

— Dahnil A Simanjuntak (@Dahnilanzar) March 18, 2019
Kecaman luas warganet pun tertuju pada akun palsu Lies Sugiyarti.

"Kasian cebong bikin hoax ketauan mulu... td gak denger pesen yai, jangan hoax, budek ya?" cuit @noorfikaro.

"mudah"an hidup lu sesusah apa yang sampaikan di cuitan lu, banyak2 belajar lg jd buzzer walau cuma buzzer nasi bungkus, jangan asal comot foto orang jangan asal pakai nama orang cuma buat kebohongan dan nyerang orang lain. gusti allah mboten sare," cuit @Efendy_.

"Buzzer mah buzzer aja bang gausah nyari pembelaan~~~~," cuit @PutriFernizi.

"Ini pertanyaan serius : apakah layak seseorang mengaku ngaku menjadi orang lain hanya karena ingin menjatuhkan salah seorang cawapres?" cuit @putrisianipar14.

"Bisa dituntut bro kalau bikin akun bodong pakai nama orang lain, bikin fitnah kok ga mikir ya," cuit @lyfe4bucin.

"siapa bohong dan menuduh org bohong,apalagi pura2 mnjadi org lain...ngeri wak azabnya😱," cuit @AankAlfi.

"kalau gitu ga usah belaga jadi ibu lis yang disebut sandiaga uno.. jatuhnya hoax n penipuan..," cuit @ArdillaRisa.

Membantah serangan fitnah dari akun palsu, seorang warganet mengunggah video dialog Ibu Lis, seorang warga Sragen penderita kanker payudara dan Sandiaga Uno.

Ibu Lis yang bernama panjang Liswatin adalah penderita kanker payudara yang mengeluhkan sulitnya memperoleh obat Herceptin karena Herceptin, merek dagang obat Trastuzumab untuk kanker payudara, hanya diberikan untuk penderita kanker yang telah memasuki fase metastase. [portal-islam.id]

    — Yusejahtera (@yusejahtera) March 17, 2019