PPP Berharap Elektabilitasnya Tak Melorot Meski Rommy jadi Tersangka dengan terus berjuang meyakinkan masyarakat bahwa ini hanyalah sebuah musibah







Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berharap elektabilitasnya tidak turun, meski ketua umumnya, Romahurmuziy ditetapkan sebagai tersangka kasus suap jabatan di lingkungan Kementerian Agama 2018-2019

‎"Apakah peristiwa ini memengaruhi elektabilitas kami? PPP berharap tidak," ujar Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani di PPP, Jakarta, Sabtu (16/3).

Arsul pun memastikan, para kader PPP terus berjuang meyakinkan masyarakat bahwa ini hanyalah sebuah musibah. Selain itu, dia juga meyakinkan masyarakat bahwa PPP secara kelembagaan tidak memperbolehkan kadernya melakukan korupsi.

"Insya Allah bisa dijelaskan masyarakat bahwa tidak ada kebijakan partai melanggar hukum," katanya.

Anggota Komisi III DPR ini menyebut, partainya sudah sering diramal tak memenuhi ambang batas parlemen. Namun, katanya, buktinya sampai detik ini PPP masih bisa menempatkan wakilnya di parlemen.

"Jadi, 30 hari ini kami bisa mencapai target melewati ambang batas 4 persen parlemen. PPP tidak ada, peristiwa ini di 2004 sudah diramal tidak lolos. Tapi ternyata kami lolos, dan masih punya optimisme," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PPP Romahurmuziy ditetapkan sebagai tersangka perkara dugaan suap seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama 2018-2019. Pria yang akrab disapa Rommy itu ditetapkan sebagai penerima suap.

Selain Rommy, KPK juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka yakni Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanudin dan Kepala Kantor Kementerian Agama Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi. Keduanya diduga sebagai pemberi suap.

Dalam perkara suap ini, KPK menduga Rommy bersama-sama dengan pihak Kementerian Agama menerima suap untuk memengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama.‎

JAWAPOS.COM