Penjelasan Kemendagri soal Kades Dimintai Rp 3 Juta untuk Silatnas bersama Jokowi; itu adalah inisiatif mereka sendiri






Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan acara silahturahmi nasional dan rencana pemberian gelar Bapak Pembangunan Desa kepada Presiden Joko Widodo diinisiasi sendiri oleh Badan Koordinasi Nasional Pembangunan, Pemerintahan dan Pemberdayaan Kemasyarakatan Desa.

Selain itu, perihal pemungutan dana Rp 3 juta kepada tiap peserta yang hadir adalah inisiatif dari panitia karena kebutuhan biaya untuk akomodasi dan penginapan.

"Apel itu adalah inisiatif mereka sendiri. Karena butuh anggaran, mereka sendirilah yang menetapkan dan menyiapkan," kata Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo saat jumpa pers di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (19/3).

Hadi menjelaskan, saat ini Kemendagri bakal mengkaji kembali terkait usulan penyelengaraan acara ini yang rencananya bakal dilaksanakan pada 30 Maret 2019 mendatang di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

"Sebetulnya ide sangat bagus, karena mereka menyatukan semua komponen dari seluruh aparat desa, seperti PPDI (Persatuan Perangkat Desa Seluruh Indonesia), yang ada 3 komponen ini ada kesanggupan yang terhubung," jelasnya.

Acara ini turut mengundang Mendagri Tjahjo Kumolo, Menko PMK Puan Maharani, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, dan Menkeu Sri Mulyani. Rencananya acara ini bakal dihadiri oleh seluruh kepala desa se-Indonesia.

Acara ini menjadi ramai diperbincangan lantaran ada permintaan dana sebesar Rp 3 juta kepada tiap kepala desa yang hadir. Dalam surat undangan dijelaskan uang tersebut akan digunakan untuk biaya penginapan.

RMOL.CO