Nahdliyin Malang Raya Nyatakan Dukungan ke Prabowo-Sandi






Pasangan Calon Presiden (capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat dukungan dari ribuan Nahdliyin (warga NU) di Malang Raya. Bahkan, dukungan tersebut akan terus meningkat hingga masa pemilihan pada 17 April mendatang.

Dukungan itu disampaikan saat cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri acara silaturahim bersama Kiai, Habib dan Masayikh se-Malang Raya dan Pasuruan di Taman Krida Budaya, Senin (18/3) malam.

"Baru saja selesai dialog bersama dengan para ulama, kiai, habib, masayikh se-Malang Raya. Dan ini adalah koordinasi dengan Pak Marzuki Alie sebagai pimpinan relawan kehormatan yang selama enam setengah bulan sudah berkeliling Jawa Timur. Bertemu lebih dari enam ribu komunitas, pesantren, dan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama," ujarnya seusai acara.
Nahdliyin Malang Raya Nyatakan Dukungan ke Prabowo-Sandi
Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno. (Fiska Tanjung/JawaPos.com)

Sandiaga mengatakan, pada kesempatan tersebut dirinya juga mendapat aspirasi untuk membenahi bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. "Wareg, waras, wasis. Ini aspirasi tambahan," kata dia.

Pada acara itu, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut juga mensosialisasikan beberapa program yang akan dilaksanakan ketika terpilih nanti. Seperti program oke oce nasional, rumah siap kerja untuk anak muda, serta KTP elektronik sebagai integrator dari seluruh layanan sosial yang diberikan oleh pemerintah.

"Kita harus kebut untuk menunjukkan kepada masyarakat, bahwa Prabowo-Sandi serius menciptakan lapangan kerja," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pembina Sahabat Prabowo-Sandiaga (SAPA), Marzuki Alie menyampaikan, mayoritas dari dzurriyah pendiri NU telah memberikan dukungan kepada pasangan 02 Prabowo-Sandi.

"Jadi tidak membawa instirusi NU. Boleh tidak memilih nomor 01 boleh memilih 02," kata dia.

Dia berharap, dukungan ini memberikan pencerahan bahwa tidak ada pembelahan antar umat NU di Jawa Timur. "Dalam satu kesatuan Insha Allah NU tetap menjadi mayoritas umat Islam di Indonesia. Jadi tidak persoalan," terangnya.

Ketika ditanya apakah memang sengaja menyasar Nahdliyin, mantan Ketua DPR RI itu mengaku, bila semua yang mempunyai hak pilih perlu diajak silaturahmi. "Hanya memang di Jawa Timur, kebetulan yang ditugaskan adalah relawan keumatan. Memang relawan keumatan itu segmentasinya adalah pesantren dan komunitas-komunitas Islam," ungkapnya.

Pihaknya pun berkomitmen akan terus bekerja hingga pemilihan pada 17 April nanti.

JAWAPOS.COM