Lagi, Warga Klaten Meninggal Dunia Setelah Ditangkap Densus 88






 Klaten – Warga desa Joton, Klaten dikagetkan dengan kabar meninggalnya Yuli Rahayuningrum setelah ditangkap Densus 88 pada Kamis (14/03/2019). Bahkan, sebelumnya mereka mengaku tidak percaya atas kabar tersebut.

“Baru ketangkap, ya langsung dibawa polisi ke Mabes atau ke mana kan kurang tahu. Setelah itu mendapat kabar meninggal, kita nggak percaya. Saya cari informasi lagi dan memang meninggal ternyata,” katanya kepada Kiblat.net pada Rabu (20/03/2019) sore.

Ketua RW setempat, Mujiono membenarkan kabar kematian Yuli alias Khodijah. Dalam kasus ini, ia juga termasuk yang diminta Polres Klaten ke Jakarta untuk menjadi saksi kematiannya.

“Saya ke sana, dan saya nggak terlalu ngerti untuk apa. Sampai sana (Jakarta), Pak Densus bilang “bahwasanya bapak diminta ke sini untuk menjadi saksi, bahwasanya Yuli sudah meninggal karena sakit,” katanya.

Dia dan pihak keluarga lalu diberikan surat kematian dari pihak kepolisian. Dalam surat tertulis bahwa penyebab kematian Yuli akibat sakit lambung akut. Pihak Densus juga memberitahunya bahwa sedari awal ditangkap Yuli sudah menderita sakit tersebut.

“Meninggalnya itu Senin siang, kan malam Minggu sakitnya. Sakit lambung akut, memang meninggalnya itu memang sakit lambung. Sebelum dikafani, suaminya dan semua keluarga yang mau melihat masuk semua (untuk melihat jenazahnya),” katanya.

“Waktu ditangkap itu memang sudah kondisi sakit dari sini, kalau di sini saja kalau makan muntah. Ada riwayat maag,” ujarnya, sembari menuturkan pada saat ditangkap Yuli seharusnya menjalani jadwal rutin kontrol.


Jenazah Yuli dimakamkan di Tangerang tepatnya di Tanah Kusir pada Selasa (12/03/2019) pukul 11 siang atas permintaan keluarga suami. Pihak keluarga suami takut kalau jenazahnya tidak bisa diterima warga Klaten.

KIBLAT.NET