Kata Wiranto soal Penyebar Hoax Bisa Dijerat UU Terorisme; "karena kecintaan saya kepada negeri ini"






Menko Polhukam Wiranto menjelaskan maksud pernyataannya terkait penyebar hoax bisa diancam pidana dengan UU Terorisme. Menurutnya, pernyataan itu semata bentuk kecintaannya dengan bangsa Indonesia.

"Kalau kemarin saya bilang hoax dianggap teror dihadapi dengan UU Terorisme ribut, itu karena kecintaan kepada negeri ini," kata Wiranto di Hotel Grand Paragon, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019).

Hal itu disampaikan Wiranto saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bidang Kewaspadaan Nasional dalam Penyelengaraan Pemilu Tahun 2019. Alasan yang sama diungkapkan Wiranto ketika membubarkan ormas HTI yang dinilai bertentangan dengan ideologi Pancasila.





"Kalau kemarin saya bubarkan ormas yang ideologinya tidak seusai dengan Pancasila ya karena kecintaan saya kepada negeri ini," imbuhnya.

Sebab menurutnya, bangsa Indonesia sudah melalui perjalanan sejarah yang panjang mulai dari awal merdeka hingga kini, banyak gejolak yang dilalui. Namun, semua itu tak membuat bangsa Indonesia hancur melainkan tetap kokoh bersatu karena tetap menjaga persatuan.

"Saya ingin sampaikan setelah presiden demi presiden menyampaikan visi dan menjalankan misi, itu sejarahnya panjang. Ada banyak pemberontak, Belanda yang coba menjajah lagi, pemberontak PKI tapi gagal, 1998 krisis tetap utuh karena persatuan tetap kita jaga. kalau nggak dijaga negara ini dalam keadaan yang berbahaya," sebutnya.





Ucapan Wiranto itu sebelumnya disampaikannya ketika menanggapi isu hoax yang mengancam warga untuk tidak datang ke TPS. Isu itu disebut Wiranto sebagai hoax yang meneror masyarakat.

"Kan ada Undang-Undang ITE, pidananya ada. Tapi saya terangkan tadi hoax ini kan meneror masyarakat. Terorisme ada fisik dan non-fisik. Terorisme kan menimbulkan ketakutan di masyarakat. Kalau masyarakat diancam dengan hoax untuk takut datang ke TPS, itu sudah ancaman, itu sudah terorisme. Maka tentu kita Undang-Undang Terorisme," kata Wiranto Rabu (20/3).

DETIK.COM