Kasus OTT Rommy, KPK Mulai Geledah Ruangan Kemenag dan Kantor DPP PPP






Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah menggeledah sejumlah ruangan di Kementerian Agama (Kemenag) dan kantor PPP. Dalam pengeledahan itu, ruang kerja Menag Lukman Hakim Saifuddin yang sebelumnya disegel KPK, turut digeledah.

"Siang ini, dalam rangka penyidikan, tim disebar di Kantor Kementerian Agama dan Kantor PPP," ucap juru bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Senin (18/3).

Dia meminta agar pihak yang berada di lokasi bisa kooperatif dalam proses pengeledahan. Sebab, ini merupakan salah satu langkah dalam mendukung pemberantasan korupsi.

"Proses penggeledahan sedang berjalan. Kami percaya pihak-pihak di lokasi akan kooperatif dan mendukung proses ini," imbuhnya.

Penggeledahan di Kemenag ini lebih dulu disampaikan Ketua KPK Agus Rahardjo. Menurut Agus, KPK bakal memeriksa isi ruangan Menag Lukman Hakim. Ruang kerja Menag disegel terkait operasi tangkap tangan eks Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy).

"Ya nanti segera setelah kita lakukan pemeriksaan, kita lakukan (buka segel). Insyaallah hari ini yang kemarin yang kita segel itu kita periksa. Saya nggak tahu yang disegel itu mana saja, itu teman-teman penyelidik yang lebih tahu," ujar Agus di kantor Ombudsman.

Menag Lukman Hakim sebelumnya berjanji kooperatif dengan KPK terkait pengusutan kasus dugaan suap jual-beli jabatan di Kemenag. Lukman Hakim juga berharap ruangan yang disegel KPK bisa segera difungsikan kembali.

"Harapan saya dan kita semua proses ini bisa segera dituntaskan secepat mungkin. Jadi mudah-mudahan besok atau hari Senin itu sudah bisa dilakukan proses tindak lanjut di penyegelan sehingga kemudian ruang-ruang yang ada bisa difungsikan kembali sehingga tidak terlalu mengganggu ritme pekerjaan kami di Kemenag," tegas Menag, Sabtu (16/3).

Dalam kasus ini, Romahurmuziy ditetapkan sebagai tersangka penerima suap total Rp 300 juta. Diduga Romahurmuziy membantu seleksi jabatan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Muafaq dan Haris juga ditetapkan KPK sebagai tersangka.Muafaq diduga memberi duit Rp 50 juta pada Jumat (15/3) ke Rommy, sedangkan Haris diduga menyetor duit Rp 250 juta ke Rommy pada 6 Februari 2019.

JAWAPOS.COM