Hasto Kristiyanto Prihatin Kasus Korupsi yang Menjerat Rommy: "jujur saja kami mengakui sedih, dan terpukul"







Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin terkejut mendengar Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) ditetapkan sebagai tersangka kasus suap jabatan di lingkungan Kementerian Agama 2018-2019. Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya menghormati proses hukum Rommy, lantaran memang tidak bisa diintervensi.

"Semoga ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk benar-benar hadirkan kekuasaan dan kepemimpinan yang amanah," ujar Hasto dalam keterangan tertulis diterima JawaPos.com, Sabtu (16/3).

Hasto mengaku, operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menimpa Rommy membuatnya sedih. Pasalnya, Rommy adalah bagian dari partai yang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Sehingga kesedihan ini tidak bisa ditutupi.

Hasto menegaskan, TKN bukan tipikal pihak yang meninggalkan teman koalisi ketika sedang terkena persoalan. Namun, kami juga punya prinsip untuk tidak mencampuri proses hukum.

"Kami hormati yurisdiksi KPK dalam pemberantasan korpsi. OTT KPK yang menimpa rekan koalisi kami, jujur saja kami mengakui sedih, dan terpukul," katanya.

Hasto menegaskan, penangkapan terhadap Rommy ini menunjukkan hukum tidak pandang bulu dan dukungan. Penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi harus ditegakkan untuk semua pelaku.

Hasto berharap kejadian Rommy ini menjadi yang terakhir kali. TKN mengimbau seluruh pihak, khususnya para penyelenggara negara untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan.

"Semoga kita mengambil pelajaran atas masalah ini dan ikut berjuang mencegah terjadinya korupsi.
Kami sampaikan solidaritas dan keprihatinan kami dengan tetap menghormati proses hukum yang dilakukan KPK," pungkasnya.

JAWAPOS.COM