Gde Siriana: OTT KPK Terhadap Rommy Bukan OTT Biasa... Begini Alasannya







-Sebulan jelang pemungutan suara Pemilu 2019, jagat politik di Tanah Air dikagetkan dengan operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Romahurmuziy (Rommy), Ketua Umum PPP. Dia diciduk komisi Antirasuah di Surabaya terkait dugaan jual beli jabatan di Kemenag.

Direktur Eksekutif Government & Political Studies (GPS), Gde Siriana menilai, OTT KPK terhadap Rommy ini bukan merupakan operasi OTT biasa. Mengingat, Rommy dikenal publik sangat dekat dengan Capres petahana Jokowi.

"Dapat dipahami ini "bukan OTT biasa". Ini karena Rommy sebagai Ketum PPP sangat dekat dengan Presiden Jokowi yang dapat dilihat dari berbagai berita media yang menampilkan kebersamaan mereka berdua dalam berbagai kesempatan, meski Rommy bukan anggota Kabinet Jokowi," kata Gde kepada TeropongSenayan, Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Gde menyebut, keberanian KPK dalam OTT Rommy tersebut sangat mungkin berkaitan dengan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan yang hingga kini belum terungkap.

"Bisa jadi KPK kecewa dan akhirnya berani menangkap elite-elite pendukung Jokowi. Kebetulan kasusnya juga memang ada," katanya.

Selain itu, Gde mengungkapkan, nasib kasus Novel yang hingga kini masih terkatung-katung tentu dapat membuat publik menilai Jokowi tidak ada niat baik dalam memberi perlindungan terhadap aparat pemberantasan korupsi.

"Padahal, hasil investigasi koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (MSA) sudah terang benderang siapa saja aktor-aktornya," ucap Gde. (Alf)

TEROPONGSENAYAN.COM