Elektabilitas Turun di Survei Kompas, Jokowi: Hasil yang Baik justru Melemahkan






 Capres nomor urut 01, Joko Widodo menanggapi biasa saja hasil survei Litbang Kompas. Yang mana, elektabilitasnya dan KH Ma'ruf Amin justru menyusut diangka di bawah 50 persen.

Selisih dengan penantang, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga semakin tipis. Jokowi menganggap hal itu justru membuat mereka akan makin militan mengambil hati rakyat.

"Justru kalau saya, hasil yang baik justru melemahkan kita menjadikan kita tidak waspada. Tapi hasil survei yang tidak baik atau kecil itu malah bisa mendorong memicu seluruh relawan, kader untuk bekerja lebih militan lagi," jelas Jokowi usai memberi pembekalan caleg PDIP DKI, di Kantor DPD PDIP DKI Jalan Tebet Raya Nomor 46, Jakarta Selatan, Rabu 19 Maret 2019.

Jokowi menyebutkan, lembaga survei ada banyak bahkan hingga puluhan. Mereka memberikan hasil surveinya walau kadang hasilnya berbeda.

Presiden RI ke-7 ini menilai, hasil dari banyak lembaga survei itu menjadi bahan masukan dan koreksi. Dengan demikian gerak tim dikurun waktu kurang dari 30 hari menjelang pencoblosan 17 April 2019, lebih baik lagi.

"Semuanya kita pakai (hasil survei) untuk evaluasi, untuk koreksi, untuk memacu bekerja lebih baik lagi. Saya kira semua survei kita lihat. Semua survei kita lihat sebagai baham koreksi, sebagai bahan evaluasi untuk mendorong bekerja lebih baik lagi," kata mantan Gubernur DKI itu.

Seperti diketahui, Litbang Kompas merilis, survei yang dilakukan 22 Februari hingga 5 Maret 2019 dengan responden 2.000, pasangan Jokowi-Ma'ruf 49,2 persen. Sementara Prabowo-Sandi sebesar 37,4 persen.

Persaingan semakin sengit lantaran warga yang masih merahasiakan pilihannya cukup tinggi yakni 13,4 persen. Survei Kompas menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia.

VIVA.CO.ID