Dramatis! WN Rusia yang Ditembak Mati Polisi Sempat Lepaskan Tembakan








 Tiga dari tujuh terduga pelaku perampokan money changer BMC milik PT Bali Maspintjinra di Jalan Pratama Nomor 36 XY, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Selasa (19/3) pukul 00.30 dini hari akhirnya ditangkap.

Ketiga terduga pelaku itu ditangkap di salah satu kos-kosan di dekat kampus Unud, Jimbaran, Kuta Selatan, pada Selasa siang (19/3) sekitar pukul 13.30.

Dari tiga pelaku yang diketahui warga Rusia itu, satu diantaranya terpaksa ditembak mati petugas. Sedangkan dua diantaranya ada yang kritis dan satu diantaranya diamankan di kantor polisi.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bali, sebelum akhirnya ditembak mati, ternyata dari penuturan sumber, terduga pelaku sempat melawan dengan melepaskan tembakan. “Pelaku (terduga pelaku) yang ditembak ini sempat melepaskan tembakan. Karena membahayakan, petugas terpaksa melumpuhkan dengan menembak mati. Dan satu lagi saat ini masih dalam keadaan kritis di RS,”imbuh sumber.

Lebih lanjut, masih kata sumber, dugaan bahwa para pelaku menggunakan senjata api ini juga terungkap dari hasil olah TKP di  money changer BMC di Jalan Pratama Nomor 36 XY, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan.

Selain menemukan tiga karyawan money changer yang terikat dan dianiaya, polisi juga menemukan sejumlah magazine di lokasi kejadian.

Sedangkan akibat peristiwa perampokan,  PT Bali Maspintjinra selaku pemilik money changer mengalami kerugian ratusan juta, karena brankas yang didalamnya berisi uang sebanyak Rp 800 juta dan valas sebanyak Rp 100 juta dibawa kabur para kawasan pelaku yang diduga berjumlah tujuh orang.

(rb/pra/mar/mus/JPR)

JAWAPOS.COM