Angkat Bicara, Soal OTT Romahurmuziy, Tokoh Muhammadiyah: Kemenag Harus Introspeksi






Jakarta – Tokoh Muhammadiyah, Anwar Abbas memberikan komentar terkait OTT yang menjerat ketua umum nonaktif PPP, Romahurmuziy. Anwar menegaskan bahwa dilihat dari kasus ini, ia menghimbau kepada Menag dan Kemenag untuk mengevaluasi jajarannya.

“Menteri Agama dan Kementerian Agama seharusnya bisa melakukan introspeksi dengan secara lebih seksama lagi untuk tidak akan melakukan jalinan khusus dengan kelompok sendiri. Sebab, tindakan tersebut menyebabkan atau memberi peluang kuat bagi terjadi dan berkembangnya praktek Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN),” katanya kepada Kiblat.net melalui siaran persnya pada Selasa (19/0

Selain itu, ia juga menghimbau agar Menag dan Kemenag tidak mengangkat dan mempromosikan pejabat berdasarkan suka tidak suka atau hanya dari kelompok sendiri dengan menegasikan calon lain yang memiliki pengalaman dan kompetensi terbaik.

“Menag dan Kemenag harus enar-benar mengangkat pejabat berdasarkan meritokrasi yang objektif dari seluruh anak bangsa yang memang memiliki ilmu, kredibilitas dan kualitas unggul,” ucapnya.

Anwar menegasakan bahwa Kemenag bukan milik golongan tertentu saja. Menurutnya, Kemenag dan jajarannya adalah milik negara.

“Menag dan Kemenag seharusnya menjadikan Kementerian Agama dengan seluruh institusi di bawahnya termasuk IAIN, UIN dan sebagainya sebagai institusi milik negara secara objektif. Serta tidak mengindikasikan Kemenag itu menjadi milik golongan tertentu saja,” tuturnya.

KIBLAT.NET