06 February 2019

Hariman Siregar: Indonesia Telah Dibajak Kekuatan Uang


Salah satu hal yang yang melatarbelakangi perlunya kembali ke UUD 1945 yang asli adalah karena Indonesia telah dibajak oleh kekuatan uang. Hal itu tidak boleh terjadi terus-menerus.


Demikian disampaikan aktivis kawakan, Hariman Siregar di sela acara Gerakan Kebangkitan Indonesia (GKI) yang menyampaikan aspirasi kepada MPR untuk kembali ke UUD 1945 yang asli, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Rabu, 6/2).

Sejauh pengamatan Hariman, pasca reformasi UUD 1945 dianggap telah jauh dari cita-cita proklamasi kemerdekaan. Karenanya, pemerintah harus kembali ke UUD 1945 yang orisinil.

"Saya lihat setelah 20 tahun pada praktiknya, UUD saat ini melemahkan bangsa kita yang bodoh miskin sudah dibajak orang. Jadi, enggak jalan. Semua dibajak sama uang. Itu pasti dan itu kalau kita terusin udah mentok," tegasnya.

Menurut Hariman, sistem UUD setelah diamandemen telah membajak semua sektor kehidupan berbangsa dan bernegara. Termasuk partai politik sebagai penghimpun aspirasi masyarakat.

"Partai politik dibajak, semua dibajak sama uang," demikian Hariman.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, mantan Ketua KPK Irjen (Purn) Taufiequrachman Ruki, mantan KSAD Jenderal (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo, para purnawirawan TNI-Polri, sejumlah anggota MPR, dan kalangan mahasiswa. [rus/rmol.co]

Heboh Salam Dua Jari Aa Gym Ternyata Hablu Minallah dan Hablu Minannas