Menhan: 3 Hari Perang Itu 10-12 Tahun Lalu! Ini Jejak digital Tahun 2015






Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu membantah kekuatan militer Indonesia hanya mampu bertahan tiga hari jika terjadi perang, seperti disinggung calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dalam pidato kebangsaannya pada Senin malam (14/1).

Prabowo mengaku mendapat informasi itu dari Menhan sekarang, Ryamizard.

Ditemui di kantornya, Kemenhan, Jakarta Pusat, kemarin (Rabu, 16/1), Rymizard menegaskan, informasinya tersebut melihat kondisi Indonesia 10 tahun yang lalu, ketika mengalami kelangkaan minyak.

"Saya bilang tiga hari itu waktu 10-12 tahun lalu, waktu ada krisis minyak segala macam, saya dengarkan orang-orang yang ahli minyak bicara begini saya sampaikan kesimpulan begitu," kata Menhan usai Rapim bersama Panglima TNI.

Berbeda dengan situasi saat ini Indonesia bahkan bisa eksis hingga 1.000 tahun ke depan.

"Jadi, apa yang ada di bumi bisa itu kita gunakan. Kita makan hidup dari situ. Jadi, kita enggak khawatir berapa tahun kita berperang. 1.000 tahun kita mampu berperang," kata Ryamizard.[wid/rmol.co]

--------------

Sebetulnya pernyataan Menhan Ryamizard Ryacudu bukan 10 tahun lalu, tapi tahun 2015.

[Senin, 23 Februari 2015 – 12:07 WIB] Waduh! Jika Perang, Indonesia Hanya Bertahan 3 Hari

JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyiratkan keprihatinannya terhadap dunia ketahanan energi nasional. Gara-gara kurangnya cadangan ketahanan energi, Ryamizard bahkan pesimis Indonesia bisa bertahan jika suatu saat terjadi perang.

Di akun Ryamizard Ryacudu @Ryamizard_R, Menhan menuliskan jika Indonesia berperang, paling hanya mampu bertahan dalam beberapa hari.

“Info Militer Dunia menulis: Jika Indonesia Perang, Paling Hanya Bertahan 3 Hari, mengapa? Lantaran Indonesia tidak memiliki ketahanan energi yang cukup baik,” tulis Ryamizard.

Dijelaskan Ryamizard, hal ini berbeda dibanding dengan negara lain yang memiliki ketahanan energi yang baik. “Zero strategic kita. Kita nggak punya ketahanan energi, kalau Indonesia ini diblokir sana sini, kapal perang kita punya. Pesawat tempur kita punya tapi mau diisi bahan bakarnya pakai apa? Pakai air?” tulis Ryamizard.
Menarik Untuk Disimak:   WOW! Dikenal Tak Pernah Bicara, Sekarang Limbad Buka Suara di Aksi 212 Tuntut Ahok Ditahan

Menhan juga terkesan prihatin karena ada fakta yang mengungkap Indonesia tidak punya cadangan BBM.

“Cadangan BBM kita jauh dibawah Neg2 tetangga! Bandingkan dengan Malaysia yang punya 30 hari, Jepang dan Korea 50 hari, Singapura 50 hari” dengan negara lain yang memiliki ketahan energi yang baik,” tutur Ryamizard.

Bagaimana dengan Indonesia? “Yang dimiliki Indonesia saat ini adalah cadangan operasional yang digunakan setiap hari, yang disediakan badan usaha yang menyalurkan BBM subsidi, tersebar di SPBU-SPBU dan Depo BMM. Cadangan operasional itu pun hanya 17 hari, bandingkan dengan Malaysia yang punya 30 hari, Singapura 50 hari, Korea 30 hari,” tulis Ryamizard. (adk/jpnn)

Dalam kurun 2015-2019 Tiba-tiba Kemampuan Perang RI Meningkat Pesat 120.000 Kali.
Menarik Untuk Disimak:   Sebut Jokowi BANCI Habib Bahar Dipolisikan, bagaimana dengan Bupati Boyolali yg Bilang CAPRES ASU?!

Apakah dalam kurun 2015-2019 KETAHANAN ENERGI INDONESIA Telah Meningkat Pesat? Atau Malah Tambah Nyungsep? Karena BBM Makin Tergantung dengan IMPOR.

kadang kala ….
membela penguasa secara membabi-buta agar jabatannya bisa tetap dipertahankan, seseorang rela kehilangan keteguhan hatinya dalam mempertahankan nilai-nilai kebenaran. pic.twitter.com/KHPgmQZo3F
— J.S. Prabowo (@marierteman) 16 Januari 2019 [portal-islam.com]