Kebut Bangun Stadion Bertaraf Internasional, Mendadak Muncul Penolakan








MANGUPURA – Pemkan Badung ngebet membangun stadion bertaraf internasional di Mengwi, Badung. Perencanaan ini mulai memasuki tahap feasibility study (FS), setelah itu dilanjutkan ke tahap detail engineering design (DED).

Namun, untuk mewujudkan proyek itu, tampaknya, tidak mudah. DPRD Badung meminta eksekutif menuntaskan program ketubuhan dasar terlebih dulu, baru dilanjutkan untuk pembangunan stadion.

Ketua DPRD Badung Putu Parwata meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Badung untuk mengatur anggaran dengan baik.

Artinya, anggaran APBD akan lebih baik diprioritaskan ke hal yang wajib sesuai tema pembangunan Badung tahun 2019.

Yakni pendidikan, kesehatan, penelitian dan pengembangan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, pembangunan ekonomi, tata kelola pemerintah dan pelayanan publik.

Sarana prasarana wilayah, perumahan dan permukiman. Perlindungan sosial, dan pengarusutamaan gender. Penataan ruang dan lingkungan hidup. Pariwisata, pertanian, dan kebudayaan.

Ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat. “Ketua TAPD yang juga Sekda Badung mempunyai peran maksimal untuk mengatur (anggaran).

Oke kita bangun stadion, tetapi ada sejumlah tagihan yang belum dibayarkan tentu itu harus dialokasikan dulu,” ungkapnya.

Ia mengakui bukan tidak setuju untuk pembangunan stadion bertaraf internasional tetapi harus melihat tema pembangunan Badung yang menjadi prioritas.

Sekarang saja ketika memasuki musim hujan, Badung dilanda  banjir. Tentu masalah hal ini harus menjadi prioritas. Begitu juga masalah kesehatan dalam hal ini rumah sakit juga harus representatif.

“Pada prinsipnya kami mendukung (pembangunan stadion internasional) tapi pada pelaksanaan nya harus skala prioritas sesuai tema pembangunan Badung.

Kalau pembangunan rumah sakit itu menjadi kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan, ” tandas politisi PDIP Badung asal Dalung ini.

Ketua Komisi IV DPRD Badung AAN Ketut Agus Nadi Putra mengakui Badung bakal menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2021.

Stadion Mengwi tentu dibutuhkan untuk menunjang sarana prasarana olah raga. Hanya saja kalau ada kebutuhan yang mendesak tentu itu yang menjadi prioritas.

“Kalau ada mendesak program kebutuhan dasar tentu itu yang diutamakan dilakukan. Namun kalau bisa, ya sama-sama jalan kan bagus itu.  Intinya harus direncanakan dengan matang dan dikaji lah dulu,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Badung I Made Wira Dharmajaya menerangkan,  pelaksanaan fisik pembangunan stadion tersebut menargetkan bisa terlaksana tahun 2020.

“Stadion Mengwi jadi proritas. Sekarang proses penyusunan DED. Dananya sudah kita pasang tahun 2019 ini,” jelas mantan Sekretaris DPRD Badung ini.

Stadion ini akan dibangun bertaraf internasional dengan menyulap dan memperluas GOR Mengwi. Pembangunan stadion ini diperkirakan menelan dana Rp 600 miliar.

Stadion termegah ini salah satunya diproyeksikan untuk pelaksanaan Porprov tahun 2021. Yang mana dalam ajang olahraga tersebut, Badung akan menjadi tuan rumah.

(rb/dwi/mus/JPR/jawapos.com)