Inilah Pertimbangan Ketua Bawaslu Hentikan Kasus Pose Dua Jari Anies


Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor akhirnya memutuskan untuk menghentikan kasus dugaan pelanggaran kampanye terkait pose dua jari Anies Baswedan. Kasus ini sebelumnya dilaporkan oleh Garda Nasional untuk Rakyat (GNR), merujuk pada pose salam dua jari Anies dalam Konferensi Nasional Partai Gerindra, belum lama ini.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor, Irvan Firmansyah, mengatakan kasus Anies tidak memenuhi unsur pidana. Keputusan diambil berdasarkan rapat kedua di sentra penegakan hukum terpadu (gakkumdu) yang terdiri dari Bawaslu Bogor, Polres Bogor dan Kejaksaan.

"Memutuskan bahwa kesimpulannya laporan yang dilaporkan yang diduga ada pelanggaran yang dilakukan oleh terlapor (Anies Baswedan)  tidak memenuhi unsur, sehingga dianggap tidak memenuhi unsur pidana dan tidak dapat dilanjutkan dalam proses selanjutnya," ujar Irvan ketika dihubungi wartawan, Jumat (10/1) malam.

Irvan menerangkan, alasan penghentian kasus adalah, unsur dugaan pelanggaran kampanye yang disangkakan menurut pasal 282 dan 283 UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 tentang tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon tertentu tidak terpenuhi. Sehingga, tidak bisa dikenai sanksi pidana sebagaimana diatur pada pasal 547 UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017.

Irvan melanjutkan, berdasarkan hasil klarifikasi, baik keterangan pelapor maupun terlapor dan saksi-saksi, tidak ada yang bisa membuktikan, bahwa Anies telah membuat keputusan yang menguntungkan atau merugikan satu calon tertentu. Sebab, berdasarkan keterangan Anies, dirinya sudah menyampaikan pemberitahuan akan menghadiri acara konferensi nasional Partai Gerindra. Pemberitahuan itu disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Berdasarkan keterangan terlapor pula pemberitahuan itu lazimnya disebut izin. Untuk cuti itu kan ketika menghadiri kampanye, nah sementara kegiatan itu adalah rapat  internal partai Gerindra yang rutin dilakukan setiap tahun jadi bukan menghadiri kampanye," tegas Irvan.

Sebelumnya, pada Senin (7/1), Anies mendatangi kantor Bawaslu RI, Jl Thamrin, Jakarta Pusat. Kedatangan Anies untuk memenuhi panggilan Bawaslu Kabupaten Bogor.

"Ada 27 pertanyaan yang tadi di berikan, prosesnya mulai jam satu selesai jam dua seperempat dan sesudah itu lebih banyak mengecek penulisan berita acara klarifikasi jadi tadi disebutnya adalah permintaan klarifikasi," tutur Anies.

Anies menjelaskan, pertanyaan yang diajukan Bawaslu Bogor adalah seputar kegiatan di Sentul International Convention Center, pada waktu Anies memberikan sambutan. "Mereka menyampaikan videonya lalu bertanya seputar itu dan saya jelaskan seperti apa yang ada di video itu, saya sampaikan bahwa tidak lebih dan tidak kurang, sehingga tidak perlu saya menambahkan," kata Anies. [republika.co.id]