Dr. Mu’inudinillah Basri: Kecintaan Kepada Nabi ﷺ dengan Menegakkan Tauhid

Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Dr. Mu’inudinillah Basri mengatakan bahwa salah satu bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menegakkan, menyerukan dan membela kalimat tauhid. Hal ini ia sampaikan dalam tabligh akbar maulid nabi di Bundaran Gladak pada Ahad (25/11/2018).

“Kita peringati maulid dengan tauhid adalah kecintaan kita kepada Allah dan Rasul, kita melaksanakan maulid karena kita juga tidak anti maulid,” ungkapnya di atas panggung.

DSKS sengaja memilih tema “Semarak Maulid dengan Tauhid”. Ini sebagai pesan perayaan maulid harus diiringi dengan kecintaan kepada tauhid. Karena dalam suri tauladan Nabi terdapat semangat untuk menyebarkan tauhid, menyerukannya ke seluruh dunia.

“Jangan ngaku cinta nabi, jangan hanya memeriahkan maulid tetapi tidak menegakkan tauhid. Kita ingin mengatakan bahwa maulid itu ya tauhid,” ujarnya.

Dia kemudian para hadirin dan kaum muslimin untuk merayakan maulid dengan menegakkan tauhid dalam kehidupan. “Salah satu sebab kaum Muslimin bisa menang adalah dengan tauhid, kaum muslimin bersatu dengan tauhid, dan kaum muslimin bisa merealisasikan baldatun tayyibun ghofur dengan tauhid,” imbuhnya.

Ustadz Mu’in juga mengingatkan hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, bahwa ketika matahari satu mil di atas kepala manusia, semua kehausan. Maka orang yang paling bahagia dengan syafaat Nabi kelak adalah mereka yang mengatakan ‘Laa ilaaha illallah’ dengan ikhlas.

“Kita ingin beruntung? kita ingin jaya? maka katakanlah “Laa ilaaha illallah’,” tutupnya. [kiblat.net]