Video Bikin Haru, Remaja Medan Lindungi Bendera Tauhid yang Hendak Dibakar







Video Bikin Haru, Remaja Medan Lindungi Bendera Tauhid yang Hendak Dibakar
Kritik dan rasa kecewa terus ditunjukkan umat muslim di Indonesia pasca aksi pembakaran bendera Tauhid yang dilakukan belum lama ini. Namun bukan dengan cara yang tak santun, para pemuda muslim memiliki cara tersendiri untuk menyampaikan kesedihannya tersebut dengan cara kreatif.

Salah satunya ditunjukkan Hanafi Haikhal, pemuda yang diketahui berasal dari Medan ini membuat sebuah eksperimen membakar bendera Tauhid di hadapan para pemuda yang tengah asyik kongkow di pinggir jalan. Dengan membawa sebuah kain berwarna hijau dan bertuliskan lafadh 'Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah', Haikhal mencoba untuk berpura-pura membakar kain tersebut.

"Jadi di video kali ini aku berpura-pura tidak tahu apa itu kalimat Tauhid dan hendak membakarnya!!!," tulis Haikhal dalam detik awal video yang diunggah melalui channel youtubenya dengan judul Viral!!! Pria Asal Medan ini Bakar Kalimat Tauhid? Sosial Eksperimen Bakar Kalimat Tauhid".

Dalam eksperimennya itu, Haikhal berpura-pura bergabung dan duduk bersama dengan para pemuda yang tengah asyik ngobrol. Usai menyapa dan dipersilahkan duduk bersama, Haikhal menunjukkan kain miliknya sembari mengeluarkan sebatang korek. Reaksi yang ditunjukkan oleh para pemuda dalam eksperimen itu pun sama. Mereka saling melindungi dan memberi peringatan bahwa membakar kain berlafal Tauhid tidak dibenarkan dalam Islam.

"Apa itu bang? Mau diapain?," tanya seorang pemuda dalam adegan pertama yang ditayangkan Haikhal.

Empat pemuda yang terdiri atas satu orang laki-laki dan tiga perempuan itu pun langsung menunjukkan ekspresi sedih sekaligus kesal dengan aksi yang dilakukan Haikhal. Dengan lantang, ke empat pemuda tersebut melarang Haikhal membakar kain tersebut. Ke empatnya pun langsung merebut kain tersebut sembari menunjukkan makna dari lafal yang tertera dalam kain berwarna hijau tersebut.

"Abang muslim kan? Kenapa mau bakar bendera tauhid. Abang tidak tahu apa itu kalimat tauhid?," tanya seorang perempuan dalam video tersebut.

Haikhal pun mencoba menjawabnya dengan kalimat 'idak tahu', dan seorang pemudi dalam kerumunan itu langsung membuka kain yang ia rebut dari Haikhal sembari menyebut jika lafal tersebut menerangkan kalimat 'Tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya'.

"Abang sudah tahu sekarang?," timpalnya kembali.

"Walaupun itu kain milik abang, tapi abang tidak bisa seenaknya membakar. Karena kalimat yang ada di dalamnya itu milik umat muslim," jelas pemuda lain dalam kerumunan tersebut.

Hal serupa juga terjadi pada eksperimen berikutnya. Dalam video menunjukkan, Haikhal menghampiri dua pemuda yang tengah duduk santai di pinggir jalan. Awalnya, Haikhal bertanya untuk meminjam korek. Namun ke dua pemuda yang dihampirinya itu tidak memberikan korek dengan alasan tidak merokok.

"Nggak ngerokok bang, jadi nggak punya korek," terang dua pemuda tersebut.

Tak lama, Haikhal mengeluarkan korek yang sudah disiapkan sembari mengibarkan kain berlafadh Tauhid yang dibawanya. Melihat ada lafadh Tauhid dalam kain yang hendak dibakar, dua pemuda itu langsung berdiri dan merebut kain serta korek yang dipegang Haikhal. Ke duanya juga bertanya maksud dari rencana pembakaran kain tersebut.

"Abang ini kalau mau bakar kain, ini saya kasih baju saya saja. Ini ada kalimat Tauhidnya bang, abang Islam kan?," tanya dua pemuda itu dengan raut wajah penuh kecewa.

Meski sempat bersitegang, namun ke dua pemuda itu pada akhirnya menyampaikan jika upaya membakar kain Tauhid sama sekali tidak dibenarkan dalam Islam. Bahkan ke dua pemuda itu juga sempat menawarkan untuk membeli kain yang hendak dibakar tersebut.

"Abang jual berapa, saya beli ini kainnya," terang pemuda tersebut.

Namun pada akhirnya, Haikhal menyampaikan jika ia hanya bereksperimen untuk membakar kain berlafadh Tauhid tersebut sembari menunjukkan kamera yang tengah merekam. Dia juga menyampaikan jika cara tersebut merupakan bentuk kritik atas aksi pembakaran yang dilakukan sekelompok oknum tak bertanggung jawab belum lama ini.

"Intinya saya senang karena masyarakat Medan masih banyak yang peduli dan nggak setuju dengan aksi pembakaran bendera berlafadh Tauhid tersebut," tegasnya di akhir video.

Diunggah pada 25 Oktober 2018, video berdurasi kurang dari delapan menit itu pun saat ini sudah ditonton hampir 10 ribu kali dan mendapat beragam respon dari warganet. Penasaran seperti apa videonya? Simak di link berikut ini.