Gagal Bertemu Wiranto, Ketua GNPF Ulama Ancam Gelar Aksi Bela Tauhid Kedua Jika Tuntutan tak Dipenuhi







Delegasi Aksi Bela Tauhid Jakarta gagal menemui Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto. Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama menyatakan akan melakukan aksi kedua jika tuntutan yang disampaikan tak ditindak lanjuti.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Muhammad Yusuf Martak merupakan salah satu delegasi yang mewakili peserta Aksi Bela Tauhid di Jakarta untuk menemui Wiranto. Dia bersama enam orang delegasi lainnya masuk ke dalam Kantor Menkopolhukam di tengah-tengah pelaksanaan aksi, Jumat (26/10/2018).

Delegasi tersebut gagal menemui Menkopolhukam Wiranto. “Bapak Menkopolhukam sedang berada di Palu,” kata Yusuf Muhammad Martak seusai keluar dari Kantor Menkopolhukam, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2018).

Yusuf Martak mengatakan delegasi aksi telah menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Menkopolhukam. Salah satu yang disampaikan adalah menuntut Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas untuk diadili.

Kedatangan delegasi Aksi Bela Tauhid disambut oleh Sekretaris Menko Polhukam Letjen TNI Agus Surya Bakti. Seusai melakukan pertemuan di dalam Kantor Menkopolhukam Agus sempat berbicara di hadapan peserta aksi.

“Kami telah bicara dengan baik dan teratur untuk menyampaikan beberapa hal. Kami akan sampaikan ke bapak Menkopolhukam, terima kasih,” kata Agus.

Kalimat kekecewaan dilontarkan peserta Aksi Bela Tauhid setelah mengetahui Menkopolhukam tak berada di kantornya. Ketua GNPF Ulama pun mengancam akan kembali melakukan aksi jika tuntutan yang disampaikan tak ditindak lanjuti.

“Apabila seluruh aspirasi kami hanya ditampung saja dan tidak di tindak lanjuti, terpaksa kami akan melakukan aksi yang kedua,” kata Yusuf Martak.

KIBLAT