Usai Menang Versi Quick Count, Ganjar Langsung Diperiksa KPK


Calon Gubernur petahana Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ganjar bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung.

Pemeriksaan Ganjar ini tepat sehari setelah dirinya memperoleh suara terbanyak di Pilkada Jawa Tengah versi hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei.

Pemeriksaan politisi PDI Perjuangan ini merupakan penjadwalan ulang. Pasalnya pada panggilan sebelumnya Ganjar tidak bisa memenuhi panggilan penyidik KPK.

"Saya datang untuk memenuhi panggilan penyidik KPK, sebelumnya kan saya tidak bisa datang. (Diperiksa) untuk Irvan," kata Ganjar saat tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/6).

Ganjar yang berpasangan dengan Taj Yasin berhasil mengungguli lawannya, Sudirman Said-Ida Fauziyah di Pilgub Jateng 2018 versi hasil hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei.
Cagub Jateng nomor urut 1 Ganjar Pranowo (kiri) bersama istri Siti Atiqoh, memperlihatkan surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, di tempat pemungutan suara (TPS) 2, Kelurahan Gajahmungkur, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (27/6). Pilgub Jateng diikuti dua pasangan cagub-cawagub, Ganjar Pranowo-Taj Yasin nomor urut 1 dan Sudirman Said-Ida Fauziyah nomor urut 2 dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 27.068.500 pemilih. ANTARA FOTO/R. Rekotomo

Sedianya penyidik KPK ingin mengonfirmasi dugaan aliran uang dari proyek e-KTP kepada sejumlah pihak. Termasuk terhadap Ganjar. Mengingat ada sejumlah fakta sidang yang mengungkap penyerahan uang kepada sejumlah pihak, termasuk diduga kepada Ganjar.

Pada persidangan Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, Irvanto menyebut sejumlah anggota DPR periode 2009-2014 turut kecipratan uang dari proyek e-KTP.‎

Nama Ganjar sendiri telah berulang kali disebut turut terlibat dan kecipratan aliran dana dari proyek e-KTP. Nama Ganjar setidaknya tercantum dalam surat dakwaan terhadap dua mantan pejabat Kemdagri, Irman dan Sugiharto ssebagai pihak yang menerima uang sebesar USD 520 ribu.

Mantan Ketua DPR, Setya Novanto yang telah mendekam di Lapas Sukamiskin juga menegaskan adanya aliran dana kepada Ganjar dan sejumlah pimpinan Komisi II serta Banggar DPR lainnya yang menjabat saat proyek e-KTP bergulir. Uang kepada Pimpinan Banggar dan Komisi II diberikan oleh Andi Narogong dan keponakannya Irvanto Hendra Pambudi.

Aliran dana kepada Ganjar juga diperkuat pengakuan mantan Bendum Partai Demokrat, M Nazaruddin. Disebutkan Nazaruddin, Ganjar menerima uang sejumlah USD500 ribu. Bahkan, Nazaruddin mengaku melihat langsung adanya pemberian uang kepada Ganjar di ruang kerja mantan anggota Komisi II dari Fraksi Golkar, (alm) Mustokoweni.

Meski berulang kali disebut dalam surat dakwaan maupun fakta persidangan, Ganjar bersikukuh membantah terlibat dan turut menikmati aliran dana dari megakorupsi e-KTP. ‎(Pon)

MERAH PUTIH