Wasekjen Demokrat: Dosen USU Seharusnya tak Dipidana, Seperti Halnya Pramono Anung PDIP


 Video pernyataan Pramono Anung saat menjadi Sekjen PDIP, viral di sosial media. Dalam video itu, Pramono yang saat ini menjabat Sekretaris Kabinet itu menyatakan isu terorisme mungkin sebagai pengalihan isu.

Di saat yang sama, capture pernyataan politisi PDIP Trimedya Panjaitan juga viral. Sama seperti Pramono, Trimedya juga menyatakan terorisme merupakan pengalihan isu reshuffle kabinet. Saat itu Trimedya mengaitkan aksi teror dengan pengalihan isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II era Presiden SBY.

Jejak digital dua politisi PDIP itu menjadi viral setelah dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Himma Dewiyana Lubis ditangkap kepolisian. Himma ditangkap setelah mengunggah status di akun Facebook miliknya. Dalam status tersebut, Himma menulis ‘Skenario pengalihan yang sempurna #2019GantiPresiden’. Status ini dibuat pasca serangan bom di Surabaya beberapa waktu lalu.

Dosen USU yang berjilbab ini tidak hanya ditangkap, juga dipamerkan ke publik seperti jadi tontonan dipermalukan, juga langsung jadi tersangka.

Mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Andi Arief mendesak kepolisian yang menangkapi warga yang menulis “terorisme adalah pengalihan isu” untuk dibebaskan segera.

“Saya berharap polisi yang menangkapi warga terutama netizen Muslim karena menulis terorisme adalah pengalihan isu untuk membebaskan segera. Kecuali mau bersikap adil atas azas kadaluarsa, banyak tokoh bicara itu sepuluh tahun terakhir,” tegas Andi Arief di akun Twitter @AndiArief__.

    Saya berharap polisi yang menangkapi warga terutama netizsn muslim karena menulis terorisme adalah pengalihan isu untuk membebaskan segera. Kecuali mau bersikap adil atas azas kadaluarsa, banyak tokoh bicara itu sepuluh tahun terakhir.
    — andi arief (@AndiArief__) 23 Mei 2018


Sejalan dengan Andi Arief, Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik menegaskan, Himma seharusnya tidak dipidana, sebagaimana orang-orang PDIP Pramono Anung dan Trimedya Panjaitan yang menyebut bom atau terorisme sebagai pengalihan isu juga tidak dipidanakan di era Pemerintahan SBY.

“Baru tahu @pramonoanung pernah bilang begini. Saya tak tahu: apakah akibatnya dia dipidana atau dipersekusi? Seperti Ibu dosen itu. Harusnya tidak. Pak SBY tidak memerintah dengan tangan besi,” tulis Rachland di akun @RachlanNashidik mengomentari video pernyataan Pramono.

Untuk itu Rachland menolak pendapat yang menyatakan Pramono dan Trimedya harus ditangkap.  “Keliru. Harusnya Ibu dosen tidak dipidana. Sebab seperti halnya @pramonoanung dan Trimedya Panjaitan, Ibu dosen itu hanya menggunakan hak konstitusionalnya untuk bebas berpikir dan menyampaikan pendapat,” tegas @RachlanNashidik.

    Keliru. Harusnya Ibu dosen tidak dipidana. Sebab seperti halnya @pramonoanung dan Trimedya Panjaitan, Ibu dosen itu hanya menggunakan hak konstitusionalnya untuk bebas berpikir dan menyampaikan pendapat. https://t.co/zcUbepnLv5
    — Rachland Nashidik (@RachlanNashidik) 23 Mei 2018

    Baru tahu @pramonoanung pernah bilang begini. Saya tak tahu: apakah akibatnya dia dipidana atau dipersekusi?

    Seperti Ibu dosen itu.

    Harusnya tidak. Pak SBY tidak memerintah dengan tangan besi. pic.twitter.com/4bLrNM9D7U
    — Rachland Nashidik (@RachlanNashidik) 23 Mei 2018

Portal-Islam.Id