Toxic People Credit Stealer Versus Tangan "Midas" Anies Sandi


CREDIT-STEALER dan TANGAN MIDAS

Kerja keras dan ketelitian Anies-Sandi speaks for itself. Tapi “in the real world, it matters who gets credit,” kata Karen Dillon, author of the HBR Guide to Office Politics.

Tapi toxic people berusaha mengklaim sukses itu. Toxic people defy logic and fact. Mereka suka klaim sukses. Anies-Sandi dapet WTP. Toxic people menyebut itu hasil kerja Ahok-Jarot.

Toxic people mengambil bentuk sebagai "credit-stealer", pencuri kesuksesan orang lain. They're trying to make Anies-Sandi look bad. Mereka punya dendam. Kalah dua digit itu menyakitkan.

Studiy menyatakan stress mengakibatkan kerusakan otak. Stress beberapa hari melumpuhkan kerja neuron di hippocampus-area reasoning dan memory di otak.

Stress mingguan merusak neural dendrites dan stress bulanan dapat menghancurkan neuron secara permanen.

Publik belum tau, stress jenis apa yang melatar-belakangi para credit-stealer WTP Anies-Sandi.

Yang pasti, Sandi punya 'the hand of Midas'. Dia berpengalaman handle perusahaan rusak jadi beres. Dia buktikan lagi di Pemda. It's all proven.

Anies-Sandi kerja siang-malam. Bentuk task force, bikin weekly monitoring dan konsultasi dengan BPK. Hasilnya ya WTP. Sejak tahun 2012, terutama setelah Ahok berkuasa, Jakarta tidak pernah sabet WTP. Nilai mereka WDP terus. Jeblok. Foke juga dapet WTP.

Kaliber Anies-Sandi terbukti lagi. Mereka santai dan calm menghadapi toxic people. TalentSmart has conducted research with more than a million people, and we’ve found that 90% of top performers are skilled at managing their emotions in times of stress in order to remain calm and in control. N' Anies-Sandi is one of those 90% of top skilled performers.

Penulis: Zeng Wei Jian

PORTAL-ISLAM