Setelah Ismail Yusanto, Diam-diam Fahri Hamzah Secara Mendadak Dilarang Ceramah Tarawih di Masjid UGM, Rektorat Ditekan Istana



Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta memilih merevisi beberapa nama penceramah kajian Samudra yang digelar Jama'ah Shalahuddin di Masjid Kampus UGM. Salah satu penceramah yang dicoret yakni juru bicara HTI, Ismail Yusanto.

Rektor UGM, Panut Mulyono menjelaskan, alasannya merevisi sejumlah nama penceramah karena muncul beragam respon dari masyarakat.  "Pimpinan universitas bersama panitia RDK mengambil langkah untuk mengganti penceramah pada acara Ramadan di kampus yang berpotensi menimbulkan polemik di masyarakat,"

Wakil Ketua DPR RI yang juga pendiri Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Fahri Hamzah menegaskan bahwa sekarang ini sudah era demokrasi terbuka, sehingga bukan jamannya lagi bagi penguasa melarang atau main breidel aktifitas di kampus yang merupakan tempat mimbar akademik ditegakkan.

"Main breidel atau larangan itu fitur-fitur 'kampungan' sebenarnya. Karena di jaman digital millenial sekarang ini, breidel sudah tak ada gunanya lagi," kata Fahri saat menjadi narasumber dalam Silaturahmi Reformasi yang diselenggarakan Pengurus Pusat KAMMI di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (23/5/2018).

Dalam acara bertagline #Reformasi2.0 itu, Fahri menceritakan pengalamanannya yang dibatalkan sepihak memberikan ceramah tarawih di UGM Yogyakarta, karena takmir masjid ditekan pihak rektorat.

“Rektorat ditekan istana. Padahal saya diundang sebagai pejabat publik untuk menjadi narasumber dalam ceramah di Masjid Kampus UGM,” kata Fahri di beberapa kesempatan lain saat diundang menjadi pembicara di Yogyakarta, 22-23 Mei lalu.

"Saya kemarin ini dari UGM Jogja, pagi saya tiba ketemu Sri Sultan bicara cukup panjang, sangat akrab. Saya bahkan diberi nasehat mendalam. Setelah itu ada acara di UII buka puasa bersama, nah harusnya saya memberikan ceramah tarawih di UGM Yogyakarta. Tapi, Rektornya ditekan oleh pihak Istana, sehingga rektornya menekan Masjidnya, dan Masjidnya minta maaf ke saya," beber politisi dari NTB itu.

"Dan lebih konyolnya lagi, apa masih ada gunanya larangan? Ini saya ngomong lagi distreaming. 2 juta setengah orang nonton. Mau di kampus atau dimana pun, bisa di tonton jutaan orang. Tapi Istana ini, dengan mentalitas jadulnya itu melarang. Apa sih pikirannya itu? Jadi mereka anggap masih ada gunanya yang namanya breidel dan larangan itu," sebut Fahri.

Jadwal semula Fahri Hamzah dalam kunjungan dua hari di Yogyakarta adalah bertemu Sri Sultan, dilanjutkan dua sesi di kampus yakni Diskusi Reformasi di UII dan Ceramah Tarawih di Masjid Kampus UGM, dilanjutkan acara Ngopi Bareng Fahri dan Sahur Bareng jamaah dan pengurus Masjid Jogokariyan. Seluruh agenda berjalan lancar kecuali pembatalan sepihak acara di UGM.

Pada Senin (21/5) malam, pihak takmir Masjid UGM mengedarkan pesan pendek berbunyi sebagai berikut: “Kepada semua pengurus Maskam (Masjid Kampus-red) UGM dan panitia ramadhan UGM, barusan rektor UGM menelpon saya agar Fahri Hamzah tidak ceramah taraweh di maskam. kepada teman2 panitia yg bertugas menghubungi narasumber mohon memberi tahu yg bersangkutan dan memohon maaf karena hal. saya tegaskan bahwa takmir maskam tidak mempermasalahkan kehadiran pak FH. Semoga Allah tetap menjaga kita agar tetap istiqomah dalam ketaqwaan kepada Allah SWT”.

 
Portal-Islam.id