Salah Sasaran, Diduga Kelompok Jaringan Teroris, Perempuan Penjual Cilok Dibebaskan Aparat

Pemilik kontrakan, Muklis Nur Ismail (foto: Edy Setiyawan/sorot.co)

Seorang perempuan pedagang cilok berinisial S (40) warga Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang sebelumnya dikabarkan ditangkap Densus 88 Anti Teror, sudah bisa menghirup udara bebas. Ia yang berstatus janda 3 orang anak tersebut sudah dibebaskan aparat kepolisian pada Kamis (17/05) malam.

Sebelumnya, ia ditangkap pada Kamis (17/05) pagi sekitar pukul 08.00 WIB di depan kontrakannya di Padukuhan Rejokusuman, Desa Tamanan, Kecamatan Banguntapan. Penangkapan ini lantaran S diduga sebagai salah satu jaringan kelompok teroris.

Dibeberkan pemilik kontrakan, Muklis Nur Ismail, kronologis penangkapan S berawal saat ia keluar dari Kontrakannya sekitar pukul 08.00 WIB dengan menggunakan sepeda motor Honda Vario. Saat berjalan beberapa puluh meter, ia kemudian dihadang oleh beberapa orang berpakaian preman mengaku dari Polda DIY.

S sempat tanya mereka ini dari mana dan keperluannya apa. Setelah dijelaskan kalau yang menghadangnya adalah polisi, ia kemudian mempersilakan beberapa orang tersebut untuk menggeledah motornya,” ujarnya, ditemui sorot.co, Sabtu (19/05/2018) siang.
Ia melanjutkan, ketika itu ada 4 mobil yang mendatanginya, namun yang memeriksa S hanya 4 orang saja. Setelahnya, S disuruh masuk ke dalam mobil, begitupun dengan motor S yang dibawa salah satu dari anggota tersebut.

Usai S dibawa oleh petugas yang diduga aparat kepolisian, pada pukul 13.00 WIB kontrakan didatangi puluhan aparat kepolisian yang mengaku dari Markas Besar (Mabes) Polri.

Mereka meminta izin pemilik kontrakan untuk menggeledah kamar yang ditempati S. Wiwid, istri dari Muklis mengatakan, ada secarik kertas yang tidak tahu isinya diamankan oleh petugas yang mengaku dari Mabes Polri tersebut.

" Yang datang siang, itu beda orang. Mobilnya ada tulisan Inafis dan ngaku jika dari Mabes Polri," kata Wiwid.
Muklis sendiri saat itu mengaku kaget atas penangkapan S. Ia pun tak tahu menahu perihal kasus yang menjerat S yang sudah tinggal di kontrakkan tersebut selama 3 bulan terakhir.

Baru pada Kamis (17/05) malam, S dibebaskan. Ia pun mengaku shock dan belum mau diajak berbicara. Baru pada paginya, Wiwid kemudian menemui S menanyakan perihal penangkapan terhadap dirinya tersebut.

"Dia mengatakan, sebenarnya sasaran penangkapan bukan dia tapi adiknya. Katanya aparat, adiknya terlibat dalam kasus kerusuhan di Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta,"kata Muklis menirukan ucapan S.
Sementara itu, Ketua RT 03 Padukuhan Rejokusuman, Palijo membenarkan, jika di wilayahnya ada seorang perempuan penghuni kontrakan diamankan aparat kepolisian. Pada Kamis siang, Palijo mengaku didatangi puluhan polisi meminta agar ikut menyaksikan proses penggeledahan di dalam kamar S. Saat ditanya terkait kasus apa yang menjerat S tersebut, ia pun enggan berkomentar.

Saya diminta untuk menyaksikan penggeledahan di dalam kamarnya. Tidak tahu barang bukti apa yang dibawa. Penggeledahan sekitar 1 jam. Kalau kasusnya apa saya tidak tahu, ujarnya.
Selama ini, S tinggal seorang diri di kontrakan khusus wanita. Sementara ketiga anaknya sekolah di sebuah Pondok Pesantren di daerah Cilacap. Sehari-harinya, ia berjualan cilok dan mangkal di Jalan Brigjend Katamso Yogyakarta.

Sumber: http://bantul.sorot.co/berita-7042-bantul-salah-sasaran-perempuan-penjual-cilok-dibebaskan-aparat.html