Kemahalan, Beras Impor Terindikasi Markup


 Polemik beras, masuk babak baru setelah sebelumnya Menteri Perdagangan ngotot melakukan impor. Diperkirakan DPR akan mencecar Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, musababnya kali ini bukan mengenai kejelasan data stok beras, tetapi beras yang diimpor ternyata dibeli dengan harga yang lebih mahal.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Azam Azman Natawijaya mengatakan bahwa rencana Kemendag yang disampaikan ke DPR yakni mengimpor beras premium dengan harga Rp 8.450 per Kg, ternyata realisasinya malah jenis beras medium seharga Rp 8.900 per Kg.

“Dulu waktu rapat dengan saya, yang ribut waktu itu bahkan sempat viral, dia (Enggartiasto) bilang beras premium dengan pecahan 0 sampai 5 persen bisa sampai ke Indonesia dengan harga Rp 8.450 per kilogram. Itu beras premium ya. Nah, kalau beras medium harusnya bisa lebih murah dong,” kata Azam ditulis Senin (28/5).

Azam membandingkan harga jual beras Premium hasil pertanian masyarakat hanya Rp 9000 per kg, karenanya dia mengatakan harga jual beras medium dari impor tidak akan kompetitif. Akibatnya Bulog akan mengalami kerugian besar.

“Itu (beras impor) bisa enggak laku. Coba, mau dijual berapa? Sebab, harga beras premium saja cuma Rp 9.000 per kilogram di Makassar. Harga Rp 8.450 per kilogram saja beras milik Bulog enggak laku karena orang lebih senang beras premium. Apalagi harga beli beras impor itu sampai Rp 8.900 per kilogram, Mau jual berapa?” pungkas dia.

AKTUAL.COM