Ini Tujuh Aktivis HMI-MPO Korban Represif Polisi, Tak Sekedar Ganteng


 Demonstrasi “Refleksi 20 Tahun Reformasi; Jokowi Pemimpin Haram”, di depan Istana Negara, Senin (21/5) kemarin berakhir ricuh.

Sedikitnya lima aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Jakarta ditangkap.

“Ya, ada lima yang ditangkap. Sekarang sudah dibebaskan,” kata kordinator lapangan Maftuh IM, Senin (21/5) malam.

Mereka yang ditangkap dan sempat dipukuli aparat polisi yang bertugas adalah Ketua HMI MPO Cabang Jakarta Al Azhar Musa, Alfian (pengurus cabang), Luki Mahendra (Ketua KPC Cabang Jakarta), Arfir dan Arnold (anggota komisariat).

Maftuh juga membenarkan terjadi pemukulan oleh aparat saat unjuk rasa berlangsung. Selain Maftuh yang juga jadi korban pemukulan, peserta aksi yang jadi korban pemukulan adalah seorang pengurus cabang atas nama Ahmad Kelrey.

“Yang kena pukul dibawa ke RS Tarakan,” terangnya Maftuh.

Dalam aksi itu, demonstran menilai di era kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia malah diwarisi segudang masalah. Hal ini terbukti dari ketidakmampuan menjaga stabilitas ekonomi, anjloknya nilai tukar rupiah dan membengkaknya utang negara.

Janji nawacita mereka nilai tidak ada realisasinya. Yang terjadi malah impor beras dan garam. Belum lagi membanjirnya tenaga kerja asing di Tanah Air hingga persoalan terorisme yang tidak mampu diatasi.

“Presiden Jokowi tidak mampu memenuhi janji politiknya, bahkan ingkar janji. Maka kami HMI MPO Cabang Jakarta mengharamkan orang munafik untuk memimpin republik ini,” ujar Ketua HMI MPO Cabang Jakarta Al Azhar Musa di sela aksi kemarin. (*/ls)

Sumber: RMOL