Impor Beras Sudah Masuk Tindakan Subversif

Ekonom senior DR. Rizal Ramli tidak mau bicara banyak tentang isi pertemuannya dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di kantor sang Menteri, di Jakarta, Kamis (31/5).

Ketika ditemui di sela buka puasa bersama alumni Pondok Pesantren Gontor, di kantornya di Tebet, Jakarta, Kamis petang, Rizal mengatakan, dirinya dan Mentan Amran memiliki pemahaman yang sama dalam memandang persoalan ketahanan dan kedaulatan pangan.

"Kami punya kesepahaman dalam membangun kemandirian dan kedaulatan pangan," ujar Rizal Ramli.

Selanjutnya mantan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) di era Abdurrahman Wahid itu menyesalkan permainan pihak tertentu di balik impor beras.

"Mereka menciptakan kelangkaan artifisial, agar bisa terus impor. Saya dengar, ada juga di kabinet yang tidak setuju. Tapi, pihak-pihak itu terlalu kuat," kata Rizal Ramli lagi.

Permainan di balik impor beras sesungguhnya tidak bisa ditolerir lagi, sambung Rizal. Mereka sengaja melakukan impor di saat musim panen.

"Mereka ini mau menciptakan ketergantungan permanen. Kalau menurut saya ini tindakan subversif, mengancam dan membahayakan negara," demikian Rizal Ramli.

RMOL