DPR Anggap Polisi Lakukan Pelecehan Karena Jadikan Alquran Sebagai Bukti Terorisme


 Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid menganggap kepolisian telah melakukan pelecehan pada ummat Islam karena tindakan menjadikan Alquran sebagai barang bukti terduga pelaku tindak pidana terorisme.

“Bagaimana mungkin suatu yang diyakini sebagai sumber kebenaran dan sumber kebajikan dijadikan alat bukti sebuah tindakan kejahatan,” ujar Sodik kepada media di Jakarta, Sabtu (19/5).

Ditegaskan oel Ketua DPP Partai Gerindra ini bahwa tidak ada satupun ayat di dalam Alqurab yang memerintahkan tindakan teror seperti melakukan jihad dengan menggunakan bom bunuh diri.

“Dalam sebuah peperangan saja, sebagai yang disampaikan Nabi Muhammad melarang membunuh wanita, anak-anak, orang tua dan dilarang merusak tanaman pepohonan,” tegasnya.

Selain itu, kata Sodik, nilai-nilai Pancasila yang merupakan ideologi Indonesia tidak lah bertentangan dengan ajaran Alquran. Sebab, lahirnya Pancasila merupakan inspirasi dari Alquran.

“Bahkan banyak yang berpendapat bahwa Pancasila lahir dari kandungan dan terinspirasi oleh Alquran karena Bung Karno belajar nilai, api dan semangat Alquran dari HOS Cokrominoto,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris di Simpang Sei Sikambing Sekip, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara pada Selasa (15/5) yang lalu.

Terduga teroris yang ditangkap berinisial MYR (28), seorang pria yang berprofesi sebagai pengemudi ojek daring. Dalam penggeledahan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang yang dianggap sebagai barang bukti yaitu berupa 1 buah Alquran ukuran besar, 1 buah Alquran ukuran kecil, kaset CD, dan buku notes warna merah berisikan foto kopi KTP.

(ARif R/Hrn)