Dibenturkan dengan Halal Haram, Politisi PDIP: "Kenapa Anies-Sandi Tak Sekalian Tutup Perusahaan Bir Delta Djakarta?"


Keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melepas 26,25 persen saham di PT Delta Djakarta, perusahaan pembuat bir, disesalkan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi.

"Sekarang gini, kalau masalah Delta saya cuman bisa meminta kepada Pak Gub dan Wagub, ini pampasan perang loh. Ini dikasih zaman itu. Diambil enggak ada salahnya. Dan ini perusahaan, perusahaan sehat yang bisa (memberi pemasukan)," ujar Prasetyo di Gedung DPRD Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (28/5).

Dia menantang Anies Baswedan dan Sandiaga Uno untuk sekalian menutup perusahaan pembuat bir itu jika alasan pelepasan saham karena memproduksi barang haram.

"Kalau mau jangan dijual, ditutup saja semua. Itu menurut saya. Larang sekalian, tutup sekalian," kata politisi PDI P itu.

Ia menekankan tak ada bedanya jika Pemprov DKI hanya melepas saham di PT Delta karena produksi birnya tetap berlangsung.

Dengan demikian, tidak ada lagi proses produksi bir yang haram tersebut di daerah DKI jika perusahaan ditutup.

Lebih lanjut Prasetyo menekankan bahwa Delta merupakan perusahaan terbuka. Jika dibenturkan dengan masalahharam atau tidak haram, tentu tidak akan ada titik temu. Sebab perusahaan fokus pada profit dan kepentingan lainnya.

"Ini bukan bicara haram atau tidak haram. Ini bicara kita dapat papasan perang dari zaman Jepang Belanda, terus diserahkan ke DKI Jakarta. Dan ini perusahaan sehat dan TBK loh," tutup.[dem]

RMOL