Dapat Laporan Akan Bagi-Bagi Uang, Penyimpanan Logistik Paslon Pilgub Lampung Digerebek, Nusron Wahid Kepergok



 Pengurus DPP Partai Golkar Nusron Wahid kepergok dalam penggrebekan yang dilakukan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Bukit Kemuning, Lampung Utara. Nurson kepergok di gudang yang diduga tempat penyimpanan logistik paslon gubernur Lampung nomor urut 3 Arinal – Nunik.

Dalam penggrebekan yang terjadi pada Jumat 25 Mei sore kemarin, Panwascam Bukit Kemuning dan aparat Polres Lampung Utara menemukan ribuan atribut kampanye diantaranya sarung, jilbab dan stiker bergambar paslon Arinal – Nunik. Diduga ribuan barang itu akan dibagikan paslon untuk menarik simpati dan dukungan masyarakat.
BERITA TERKAIT
+

    Ridho Ficardo-Bachtiar Basri Paling Potensial Menang di Pilgub Lampung
    Survei Charta Politika: Ridho Ficardo-Bachtiar Basri Ungguli 3 Paslon Lainnya di Pilgub Lampung
    Didukung di Pilgub Lampung, Ridho Ficardo Puji Program Perindo Bantu Sejahterakan Rakyat

Sempat ada ketegangan saat penggrebekan berlangsung. Beberapa orang yang diduga kader pendukung paslon Arinal – Nunik sempat kabur. Bahkan Nusron pun sempat bersitegang dengan anggota Panwascam Bukit Kemuning.

Salah satu petugas yang berseteru dengan Nusron mengaku diperintah oleh Kapolda Lampung untuk mengecek lokasi tersebut, karena ketika petugas masuk sempat ada perkumpulan massa.

“Saya perintah Kapolda, cek dulu. Kita masuk di depan ada yang mau bagi-bagi uang dan sarung. Begitu kita datang mereka ada yang kabur,” kata petugas tersebut.

Namun, tudingan itu dibantah oleh Nusron. Menurutnya, beberapa orang hadir di gudang logistik itu bukan untuk kegiatan bagi-bagi logistik tapi dalam rangka konsolidasi.

“Kalau toh kabur massa itu siapa? Wong kita datang kesini rapat, undangannya melalui SMS,” kata Nusron.

Juru Bicara Paslon Arinal – Nunik, Yuhadi mengakui sempat ada perseteruan antara petugas panwascam dan kepolisian dengan beberapa kader partai berlambang pohon beringin.

“Memang sedikit ada ketegangan dengan beberapa kader Partai Golkar. Tapi setelah mereka melihat yang ada hanya bahan kampanye, Panwas pulang dan persoalan ini kami anggap tidak ada apa-apa,” kata Yuhadi saat dikonfirmasi, Minggu (27/5/2018).

Terkait hal ini, Ketua Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung, Fatikhatul Khoiriyah (Khoir) menyatakan petugas Panwascam Bukit Kemuning yang datang itu bukan rangka penggrebekan. Melainkan, mengecek kebenaran informasi dari masyarakat terkait dugaan ada pembagian logistik di lokasi.

“Bukan penggerebekan. Ada info dari masyarakat katanya ada logistik yang akan dibagikan oleh paslon gubernur di gudang milik seseorang di Bukit (Kemuning),” kata Khoir.

Monitoring ini dilakukan agar ada kepastian dan kevaliditan mengenai informasi bahwa telah terjadi hal yang dilarang dibagikan oleh Paslon. “Setelah sampai di lokasi, yang ada sarung dan jilbab. Kami akan dalami apakah harganya lebih dari 25 ribu, kalau lebih dari harga itu bisa jadi temuan, karena sarung maupun jilbab itu tidak ada merknya hanya ada stiker paslon Arinal-Nunik,” kata Khoir.

(kha)

OKEZONE