Terkait Puisi Sukmawati, Arie Untung 'Balas' dengan Cara Menohok


Belakangan ini media sosial masih diramaikan soal puisi yang dilontarkan putri mantan presiden  Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri.

Banyak reaksi dan kecaman yang disematkan Sukmawati karena dalam puisinya dianggap menyinggung umat Islam soal cadar dan azan

Hingga akhirnya presenter Arie Untung pun angkat suara masalah azan yang disebutkan.


Tanggapan tersebut disampaikan melalui akun Instagram miliknya.


Pada video yang diunggahArie terdengar suara kumandang azan.

Dalam keterangan videonya, Arie Untung menuliskan kalimat yang cukup panjang.

Bahkan menyebut yang waras harus mengalah.

Berikut tulisan yang dianggap banyak warganet sebagai balasan kepada Sukmawati:

"INILAH #ADZAN kumandang cinta dr Allah utk umat2 tersayang.spt org yg lg jatuh cinta, dpt “telfon” dr kekasihnya. Utk denger curhatannya.
.
Adzan adlh Pertautan Cinta muslim dng Tuhannya ,(bahkan bayi di Adzankan bukan di kidung kan.
.
Ada yg gasuka Adzan?lumrah kok, mkn beda keyakinan atau “atheis?”, dimuslimpun sama, namun kmi diajarkan agama utk “berlaku adil” menghormati & ga ganggu saudaranya merayakan peribadatan apalagi menghina mrk, dan jg tdk ikut2an upacaranya, muslim menjaga itu.
.
Tapi jika diacara resmi dikatakan Adzan kami lbh rendah dr kidung?
.
ha3x you showed us what a low mindset is, dr arah mana memandangnya? Toleransi? Justru anda menunjukan kalau anda sngt tdk pancasilais, Temen2 IG saya yg non muslim aja baik2 aja tuh, gaada yg pernah terganggu sm adzan,
.
apakah mkn ini yg dimaksud dng revolusi daya fikir? Jauh dr akidah kasih sayang dan saling menghargai?
Sing waras ngalah sbntr deh.
.
Tetaplah bersabar saudara2ku, adapun pihak2 yg “menguji kesabaran” kita senyumin aja, Sy ingat sebuah uraian “Jika org fasik tidak mampu lagi menunjukan kebaikan yg dibalut kepalsuan, yg tersisa hanya tinggal menyombongkan kebodohannya”.

.
Lagi2 Alhamdulillah hal ini memudahkan para pecinta Allah menentukan sikap, dari golongan mana datangnya org2 tersebut.
.
Menghina “pertautan Cinta” kita sama Allah adalah sebuah kesalahan. Tindakan dng sengaja mempertontonkan sikap intoleran merendahkan keyakinan suatu agama, it’s way too far from cool, what was on her mind? Is it nothing?, baru tau sy isi daya fikir kadang tidak berbanding lurus dengan usia lho
.
Saudara2ku,orgnya itu2 jg, gausah di bales. tunjukan kita beda sm mrk, kita ngga menghina mrk yg tak henti2nya menyakiti keyakinan kita dan sengaja “memancing” kemarahan agar mudah menuding kita dengan kata2 “anarkis dan intoleran”, sabar aja deh, byk fihak yg tadinya berlawanan mulai sadar akn hal ini kok.
.
Bertambah lagi deh ukhuwah kita tanpa perlu kita tarik2an urat,. keep calm and wait for another blunder, kita hidup cukup dng tunjukan akhlak yg baik. “rahmatan lil alamin”. Aja, sisanya terserah Allah aja...
.
“Mereka membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipudaya” 3:54" tulis Arie Untung.

Sebelumnya Sukmawati juga telah memberikan penjelasan.

"Lho Itu suatu realita, ini tentang Indonesia. Saya ga ada SARA-nya. Di dalam puisi itu, saya mengarang cerita. Mengarang puisi itu seperti mengarang cerita. Saya budayawati, saya menyelami bagaimana pikiran dari rakyat di beberapa daerah yang memang tidak mengerti syariat Islam seperti di Indonesia Timur, di Bali dan daerah lain," kata Sukmawati kepada wartawan, Senin (2/4/2018).

Sukmawati mengatakan apa yang dia sampaikan di puisi itu merupakan pendapatnya secara jujur.

"Soal kidung ibu pertiwi Indonesia lebih indah dari alunan azanmu, ya boleh aja dong. Nggak selalu orang yang mengalunkan azan itu suaranya merdu. Itu suatu kenyataan. Ini kan seni suara ya. Dan kebetulan yang menempel di kuping saya adalah alunan ibu-ibu bersenandung, itu kok merdu. Itu kan suatu opini saya sebagai budayawati," ujar Sukmawati.

"Jadi ya silakan orang-orang yang melakukan tugas untuk berazan pilihlah yang suaranya merdu, enak didengar. Sebagai panggilan waktu untuk salat. Kalau tidak ada, Akhirnya di kuping kita kan terdengar yang tidak merdu," sambungnya. (TribunStyle.com/ Burhanudin Ghafar Rahman)

Ditanya Macam-macam karena Puisi Kontroversial Sukmawati, Paundra Beri Jawaban Tegas

Puisi 'Ibu Indonesia' yang dinilai menyinggung unsur SARA terus mengundang kontroversi.

Puisi yang dibuat oleh Sukmawati Soekarnoputri ini membuat geger banyak orang.

Bahkan puisi yang dibacakan oleh putri mantan Presiden Soekarno ini ikut merepotkan putranya, Paundrakarna, yang tinggal di Keraton Pura Mangkunegaran, Surakarta.

Puisi ini dibacakan pada acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018.

Yaitu pada Kamis, 29 Maret 2018 kemarin.

Sang anak, Paundrakarna juga ikut menjadi viral karena hal ini.

Ia menerima banyak pertanyaan dari netter dalam kolom kometar akun Instagramnya.

Banyak masyarakat yang bertanya padanya tentang ibunya yang viral karena puisi yang dibawakan tersebut.

Dari sosial media tersebut juga Paundra membalas pertanyan warganet tersebut.

Jawaban dari Paundra cukup singkat, padat dan jelas tertulis dibawah ini.

"Iyah temen-temenku Ibuku dan aku punya Kehidupan sendiri-sendiri,,

Aku sama njenengan-njenengan selalu akan baik-baik aja

dan Viral ibuku tersebut sama-sekali ndak ada hubungannya sama aku juga kita semua,, (emoji)"

Ia juga mendapat dukungan dari netter dalam postingan itu.





A post shared by VIP: Very Important Paundra (@gphpaundrakarna1) on
tribunnews,,,,