Tenda Abang Becak Mau Disita Polisi Karena Tulisan #2019GantiPresiden


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengecam kepolisian yang ingin menyita tenda becak warga Binjai, Sumatera Utara, hanya karena bertuliskan #2019gantipresiden

Ketua DPD PKS Kota Binjai, Fitra Syamsurizal, melayangkan kritik kepada polisi lewat tulisan di akun facebooknya.

"Klaim republik ini sebagai negeri demokratis sepertinya perlu diralat. Kebebasan berpendapat sudah dikekang. Mulut rakyat mulai dibungkam. Seperti yang dialami Supriadi. Abang becak di Cengkeh Turi, Kec. Binjai Utara ini didatangi oknum polisi yang mengaku dari Polres Binjai dan tenda becaknya hendak disita. Apa pasalnya? Karena tenda becaknya bergambarkan tanda pagar #2019gantipresiden," tulis Fitra.

Kepada RMOL Sumut, Fitra mengatakan, apa yang ia sampaikan itu adalah kejadian nyata, bukan hoax.

"Saya sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Padahal KPU dan Bawaslu menyatakan hal itu legal, tapi mengapa ada upaya-upaya semacam itu?" tegasnya, Jumat (20/4).

Dia tegaskan bahwa Indonesia merupakan negara demokrasi. Demokrasi yang diinginkan masyarakat adalah kompetisi yang sehat dan menyenangkan, bukan kompetisi yang menghalalkan segala cara dan menakutkan

"Yang saya pahami polisi adalah alat negara, bukan alat penguasa," sambung Fitra.

Untuk menyikapi kejadian itu, ia berniat berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan fungsionaris partainya.

"Harapannya hal seperti ini tidak terulang lagi," tambahnya. [ald]