Soal Seleksi Caleg di PSI, Tsamara Amany Alatas Merasa Difitnah Begini Tanggapan Menohok Netizen


Ketua DPP Partai PSI, Tsamara Amany Alatas menjawab tuduhan seorang netizen soal Caleg PSI.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter @TsamaraDKI yang ia tuliskan pada Kamis (19/4/2018).

Diketahui, PSI menjadi peserta pemilu 2019 dengan nomor urut 11.


Lantaran hal itu, PSI membuka pendaftaran tes wawancara bakal caleg PSI gelombang dua pada tanggal 21-22 maret 2018.

Adanya agenda tersebut, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bersilaturahmi ke mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, di kantornya, Kamis (5/4/2018).


Usai pertemuan, Ketua Umum PSI, Grace Natalie, menyatakan pihaknya datang untuk kembali mengundang Mahfud sebagai panelis independen dalam tes wawancara bakal caleg PSI gelombang kedua yang akan diselenggarakan pada 21 dan 22 April 2018.

“Hal kedua, kami berdiskusi soal rencana PSI mewajibkan para kadernya di parlemen kelak untuk melaporkan kerjanya ke public secara rutin.

Dengan begitu, rakyat punya akses dan otoritas untuk memberikan penilaian kepada wakilnya di DPR. Kami bahas aspek hukumnya dengan Pak Mahfud,” kata Grace dalam rilisnya yang diterima tribunnews.com.

Dalam kesempatan itu diungkap, Mahfud mengatakan, tetap berkomitmen mendorong PSI untuk tampil sebagai salah satu alternatif penyaluran aspirasi politik secara resmi.

"Karena saya melihat PSI digerakkan para anak muda yang punya idealisme dan idealism mereka, sampai hari ini, masih terawat,” ujar Mahfud.

Melihat idealisme PSI, kata Mahfud, ia pun menyediakan diri untuk kembali hadir sebagai panelis independen. Harapannya dia bisa membantu menemukan caleg-caleg terbaik untuk PSI.

“Pada gelombang pertama, saya lihat rata-rata bacaleg PSI bagus-bagus. Mereka diseleksi dengan mekanisme dan parameter yang baik. Juga dilakukan secara terbuka, disiarkan secara live. PSI melakukan langkah yang bagus,” ujar Mahfud.

Lantaran hal itu, Tsamara mengaku bahwa dirinya juga awalnya mengikuti proses seleksi.

Wanita berusia 21 tahun ini mengatakan siapapun yang mendaftarkan diri sebagai caleg dari partai PSI juga akan diseleksi.

Tsamara mengaku ia diseleksi oleh Marie Elka Pangestu, Prof Hamdi Muluk & Sis Suci Mayang Sari.

"Wah bro fitnah nih. Saya ikut seleksi dg juri Ibu Marie Elka Pangestu, Prof Hamdi Muluk & Sis Suci Mayang Sari. Di PSI, siapapun mau jd caleg harus diseleksi," tulis Tsamara


Netizen yang melihat cuitan Tsamara itu sontak meninggalkan komentar:

@AljufriAdenk: partai lucu2an sok2an gg ada yg bakal pilih,pemandu sorak lebih cucok,blum apa2 sok ngatur pemerintahan

@bram_: jk benar lu ikut seleksi, knp bisa lolos? segitukah kualitas caleg psi?

@gustam_megyahoo: Sebenernya mau diseleksi atau nggak itu urusan partai, tapi pendidikan karakter kadernya supaya ditingkatkan lagi, supaya berjiwa ksatria yang bertabggung jawab ketika salah, dan nggak bersembunyi tangan @TsamaraDKI


tribunwow