Sindir Jokowi, Rocky Gerung: Mulanya Marahin Kaos Kini Marahin Hestek, Makin Absurd!


Dosen Filsafat UI, Rocky Gerung memberikan tanggapannya perihal tindakan Jokowi akhir-akhir ini.

Hal ini bermula saat Jokowi memberikan pidato saat menghadiri Konvensi Nasional Galang Kemajuan Center atau GK Center di Bogor, Jawa Barat.

Saat itu, Jokowi memaparkan kondisi negara, dan menanggapi soal pidato Prabowo yang menyebut Indonesia bubar di tahun 2030 serta segala tudingan yang menyudutkan dirinya.


Jokowi juga menyinggung perihal kaos dengan tagar #2019GantiPresiden.

Jokowi menilai dengan kaos berhastag itu, tidak bisa mendorong pergantian Presiden.

"Masa pakai kaos bisa ganti Presiden, enggak bisa," ucapnya disambut tepuk tangan para relawan.

Jokowi bertutur hanya ada dua hal yang bisa mendorong pergantian itu, yakni rakyat dan tuhan.

"Kalau rakyat berkehendak bisa, kalau rakyat nggak mau bisa. Yang kedua, ada kehendak dari Allah SWT," katanya.


Hal ini mendapat sorotan dari Rocky Gerung.


Melalui akun Twitternya @RockyGerung, dirinya mengatakan jika tingkah laku Jokowi makin absurd (konyol).

"Mulanya marahin kaos. Kini marahin hestek. Makin absurd!"


Viralnya tagar #2019GantiPresiden ini mendapat perlawanan dari para pendukung Jokowi dengan #2019Tetap Jokowi.


Para pendukung Jokowi pun mulai memasifkan tagar #2019TetapJokowi disertai desain-desain kaos yang cantik dan menarik perhatian.

Selain itu dalam linimasa tagar #2019TetapJokowi tersebut para netizen juga mengungkapkan prestasi-prestasi Jokowi yang menurut mereka pantas untuk dibanggakan.


Partai pengusung Jokowi, PDIP justru mengatakan jika penggunaan cara-cara demikian dalam pesta demokrasi tak baik dalam demokrasi karena menimbulkan kegaduhan.

Mnurut Politisi PDIP, Aria Bima tagar 2019 Ganti Presiden yang disebarluaskan melalui media sosial sangat tidak mencerdaskan rakyat dalam berdemokrasi.

Apalagi yang menjadi dasar hanya kenginan serta didorong oleh rasa suka dan tidak suka.

Menurutnya, pihak oposisi kurang dewasa dalam menjalani peran sebagai oposisi. (TribunWow/Dian Naren)



Tribunnewss