Sebut Pidato Presiden Palsu, Begini Penjelasan Rocky Gerung


Guru Besar Universitas Indonesia, Rocky Gerung, mengomentari pidato Presiden Joko Widodo soal kaos #2019GantiPresiden. Menurutnya, ada yang palsu dalam pidato Presiden.

"Tetapi ada yang palsu dalam cara Presiden berpidato itu." kata Rocky di ILC #JokowiPrabowoBerbalasPantun pada Selasa (10/4/18).

Rocky menyebut pidato tersebut palsu karena mengomentari pidato orang lain, yakni Prabowo Subianto.

"Dia pasti palsu karena bereaksi terhadap pidato. Jadi dia tidak berpidato." kata Rocky menjelaskan.

Hal kedua yang disampaikan Rocky adalah tidak perlunya Presiden menanggapi gerakan kaos #2019GantiPresiden.

Menurutnya, gerakan itu masih sebatas fiksi atau harapan yang belum terjadi.  "Loh hastag adalah fiksi, ngapain bereaksi terhadap fiksi? Kan 2019 belum terjadi." katanya menerangkan.

Reaksi terhadap fiksi, apalagi secara berlebihan, menurut Rocky merupakan fiksi juga. "Jadi siapa yang ngajarin Presiden reaksi terhadap fiksi? Reaksi terhadap fiksi akhirnya fiksi juga." ujarnya, disambut tepuk tangan dari hadirin.

Reaksi berlebihan, menurutnya, berarti menandakan suatu hal terjadi di dalam diri seseorang.

Tanggapan Akbar Faisal

Mendengar pernyataan Rocky Gerung, Akbar Faisal meminta izin untuk menyampaikan tanggapan. Ia menyatakan, Presiden perlu memberikan tanggapan karena adanya agenda setting dalam pidato Prabowo Subianto.

"Saya memahami apa yang disebut agenda setting. Fiksi yang anda sebut tidak perlu ditanggapi itu sebenarnya adalah agenda setting." katanya.

"Kami juga harus mengatakan sesuatu bahwa kami memahami permainan ini." tegasnya

Rocky menututp diskusi ini dengan menyatakan bahwa dirinya harus menyampaikan apa yang diamati selama ini.

"Saya mengamati itu dan harus saya ucapkan pengamatan itu." pungkasnya. [Tarbawia]