Poros Maritim Jokowi Jadi Seperti Lautan Kecebong


Visi poros maritim dunia yang didengungkan oleh Presiden Jokowi sejak tahun 2014 saat ini ibarat lautan kecebong.

"Ini seperti lautan kecebong, di mana di dalamnya penuh dengan orang-orang yang memanfaatkan visi ini untuk kepentingan pribadi," ujar Ketua Umum Maritim Berkarya, Andriyani Sanusi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu(22/4).

Ia menjelaskan yang dimaksudnya kecebong di sini adalah para mafia yang mengejar rente untuk kepentingan sendiri atau kelompoknya. Para mafia itu kini menyebar di hampir setiap instansi yang mengurusi laut.

Pria yang juga menjabat sebagai ketua Pergerakan Pelaut Indonesia itu menyebut ada salah satu ditjen di kementerian.

"Saya tahu betul di sana masih banyak mafia yang memperjualbelikan ijazah pelaut palsu dan mengenakan biaya tinggi setiap urus perizinan," tegas Andry biasa disapa.

Ia yakin hal serupa juga banyak di sektor kemaritiman lainnya seperti pelabuhan, perikanan, pendidikan maritim, bahkan di sektor swasta.

Andry menyayangkan visi sebagus ini harus rusak karena orang-orang yang diamanati mengurus laut hanya bermental pengejar rente.

"Kami sangat mendukung sekali visi poros maritim dunia Pak Jokowi, tetapi sayang oknum pelaksananya tidak becus memegang amanah," tegasnya lagi.

Senada dengan Ketua Dewan Pertimbangan Berkarya Tedjo Edhy, ia juga mendukung upaya untuk mengembalikan UUD 1945 asli.

Sambungnya, Indonesia harus kembali ke jati dirinya sebagai Bangsa Maritim yang kuat lewat pengembalian UUD 1945.

"Karena amandemen inilah visi maritim Jokowi jadi berantakan akhirnya melahirkan para kecebong," cetusnya.[wid]

rmol