Politikus PKS: Aksi Jokowi Naik Motor itu Pencitraan


Aksi Presiden Joko Widodo yang touring dengan motor emas chopperland miliknya, menyita perhatian masyarakat luas. Jokowi bersama kelompok pecinta motor chopper mengaspal sejauh 30 kilometer di Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

Meski menuai apresiasi karena pendekatannya lebih milenial dan terbuka dengan masyarakat, namun kritik pun bergulir. Salah satunya datang dari Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.


"Kalau jadi presiden itu jangan pencitraan, tetapi doing your job. You get the power, you get the budget, you get anything, so do your job. Buat saya naik motor itu kasihan orang, dengan membaca baju levisnya itu rakyat sejahtera. Apa lihat motornya rakyat bahagia?" kata Mardani di gedung DPR, Jakarta, Senin (9/4).

"Saya menyatakan itu pencitraan," imbuh inisiator hashtag #2019GantiPresiden itu.
Mardani setuju dengan aksi itu sebagai upaya Jokowi menggarap generasi milenial. Namun bagi PKS, aksi menjajal motor dengan segala atribut jaket dan lainnya itu hanya sekedar tampilan luar.


"Itu namanya Anda menyibukkan diri dengan packing, tidak substansinya. Oke, lapangan pekerjaan, ada tidak? Kasus ojek online, antara driver dan pengelolanya bolak-balik enggak selesai, pendidikan kita masalah daya saing. Kita lakukanlah substansial enggak perlu hal yang artifisial," kritiknya.
Biar publik yang menilai, tetapi kalau kami cuma akan melihat, kalau keadaan tidak berubah, 2019 ganti presiden.
 - Mardani Ali Sera

Aksi Jokowi sunmori ke Pelabuhan Seribu didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan beberapa pecinta motor chopper. Sambil mengendarai motor, Jokowi juga menyapa masyarakat.

"Kami menilai tagar 2019 ganti presiden itu pendidikan politik buat generasi milenial. Karena masyarakat jadi sadar, oh memilih pemimpin itu bukan yang sederhana saja, yang blusukan saja, tetapi yang kapabel, memiliki integritas yang bisa membawa Indonesia menghadapi masa rumitnya," pungkasnya.