Penting! Data Facebook Kamu Bocor jika Dapat Notifikasi Seperti Ini



Kasus kebocoran data yang dialami Facebook masih menjadi sorotan publik dunia. Tidak hanya publik di Amerika, belakangan pengguna Facebook di tanah air juga kena imbasnya. Bukan tanpa alasan, nama Indonesia Indonesia masuk dalam statistik angka kebocoran data Facebook.

Setelah mengungkap angka kebocoran data yang belakangan ini hanya menjadi rumor, raksasa media sosial yang digawangi Mark Zuckerberg itu akan memberikan notifikasi atau pemberitahuan. Notifikasi akan disampaikan perihal kebocoran data pengguna.

Mengutip laman NewsroomFacebook, Senin (9/4), Facebook akan mengungkap dan memberikan notifikasi apakah akun kamu sebagai pengguna Facebook menjadi korban kasus penyalahgunaan data oleh Cambridge Analytica atau tidak.



Lainnya, Facebook juga akan menampilkan informasi seputar aplikasi yang terhubung dengan akun pengguna di bagian paling atas News Feed. Dengan begitu, pengguna dapat tahu informasi apa saja yang diketahui aplikasi itu.

"Pada 9 April, kami akan beri tahu aplikasi apa saja yang mengambil data dari Facebook. Mereka bisa menghapus aplikasi yang tidak diinginkan," tulis Facebook dalam newsroomnya. Itu artinya, Facebook akan mengungkap siapa saja yang menjadi korban kebocoran data hari ini.

Tadinya, skandal kebocoran data ini hanya menimpa publik di Amerika Serikat (AS), namun siapa menduga bahwa hal ini turut menyebar ke negara lain termasuk Indonesia. Indonesia sendiri ada di urutan ketiga dengan angka sekitar 1 jutaan pengguna terdampak penyalahgunaan data oleh Cambridge Analytica. Menyusul di urutan kedua, ada Filipina dengan jumlah pengguna 1,7 juta pengguna.

Terkait notifikasi kepada pengguna terdampak juga sempat disinggung perwakilan Facebook Indonesia yang hadir memenuhi panggilan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada Kamis (5/4) lalu.

Ruben Hattari sebagai Public Policy Lead Facebook Indonesia menyebut bahwa pemberitahuan akan disebarkan pada akun Facebook yang menjadi korban kebocoran data pada tanggal 9 April ini. “Kita akan memberikan notifikasi kepada pengguna terdampak,” jelas Ruben di gedung Kemenkominfo.

Sayangnya, kedatangannya bertemu dengan Menkominfo Rudiantara belum mampu memberikan sesuatu yang melegakan pengguna Facebook di Indonesia. Dia menyebut bahwa masih ada serangkaian proses yang harus dilakukan dan dikomunikasikan dengan Facebook pusat di AS hingga semuanya terang benderang.

Hal tersebut berkaitan dengan untuk apa data pengguna Facebook Indonesia digunakan, bagaimana dampaknya, dan bentuk pertanggungjawaban seperti apa atas kerugian data yang menimpa pengguna Facebook di tanah air.

(ryn/JPC)