NAHLOH! Profesor dari Monash University Sebut Tsamara Perlu Dijewer


Ariel Heryanto, seorang profesor sosiologi yang juga dikenal luas sebagai budayawan sore ini, Senin, 23 April 2018 bercuit membela Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany.

Melalui akun twitternya, Ariel menuliskan bahwa sebagai politikus muda, Tsamara sudah menerima begitu banyak pelecehan secara bertubi-tubi.

"Baru memulai karirnya sebagai politikus, seorang spt @TsamaraDKI sudah dilecehkan secara bertubi2 di media sosial. Ini semakin meneguhkan harapan saya akan hadirnya Presiden RI perempuan yg memperjuangkan kehidupan publik yang lebih beradab pada perempuan di ruang  publik," cuit Ariel melalui akun twitter @ariel_heryanto.







    Saya mengenal banyak perempuan yg suka jalan pintas. Mereka menjadi sasaran para bagawan. Dipoles, didandani, dan seumur hidup menjadi boneka mereka.
    — Triyatni (@triyatni) April 23, 2018


    Biasanya politisi2 tangguh dan berintegritas sdh digembleng dgn kekerasan verbal bahkan fisik sedari awal prof, kalo bentar2 cengeng jgn jd politisi mending jd aktris sinetron 😀😀😀
    — Agung SP (@agung_ismaya) April 23, 2018


    Mas Ariel lupa, Dek @TsamaraDKI

    sering merisak Bu Mega dan PDI P lho.

    Bagaimana calon pemimpin perempuan yang diharapkan akan beradab ternyata justru merendahkan perempuan lainnya?

    Big question mark. https://t.co/1UUUMwYOg2
    — Warta🌐Politik™ (@wartapolitik) April 23, 2018


    Biasanya tidak ada asap tanpa api. Kenapa tsamara sering dibully,,, bisa dicek di tweet2nya
    — Indha Botlem (@indh4) April 23, 2018

Setelah mendapat respon telak warganet, Ariel akhirnya menganggap Tsamara perlu dijewer.