Luhut ke Prabowo: Kalau maju, gak usah bawa tema agama


Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memiliki agenda sangat padat ketika memimpin delegasi Indonesia dalam berbagai pertemuan di Washington DC.

Luhut menghadiri beberapa pertemuan termasuk pertemuan musim semi IMF-Bank Dunia, US-ASEAN Business Council, dan forum ekonomi dengan Kanada dan beberapa negara lain.Namun di sela pertemuan itu, Luhut tetap menerima dengan hangat telpon dari berbagai pihak di tanah air, termasuk Prabowo Subianto.

Ditemui VOA, Rabu (18/4) malam seusai berbicara dalam acara makan malam USINDO di Four Seasons Hotel, Washington DC, Luhut mengatakan ia tidak saja kerap menerima telepon, sebagaimana yang terjadi di Trump Hotel Rabu pagi, tetapi juga bertemu langsung dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Ketika VOA menanyakan apakah ia sering berkomunikasi dengan Prabowo, Luhut mengatakan “dia kan teman, kalau teman kan biasa berkomunikasi, masa teman gak boleh telpon. Memang kami akrab.”

“Beda itu kan biasa, kalau beda gak mesti berantem kan? Saya dengan Prabowo itu teman, jadi tidak ada yang aneh jika kami bertemu atau berbicara. Yaa, biasa saja. Apa yang salah? Jika dia lagi perlu, dia ketemu saya. Jika saya yang lagi perlu, saya telepon dia,” ujar Luhut, yang juga Ketua Panitia Nasional Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Bali, Oktober nanti. Luhut menanggapi pertanyaan VOA mengenai apakah keduanya sering berbeda pendapat.

Satu bulan terakhir ini setidaknya sudah dua kali kedua tokoh politik ini melakukan pertemuan, yaitu pada 6 April atau lima hari sebelum Partai Gerindra mendeklarasikan untuk mencalonkan Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden 2019 dan pada 16 April atau beberapa jam sebelum Luhut bertolak ke Washington DC untuk memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2018.

Pertemuan dan komunikasi keduanya memicu spekulasi adanya perjanjian politik di antara kedua pihak menjelang pemilu presiden.

Ketika ditanya lebih jauh, Luhut mengatakan ada pesan khusus yang disampaikannya ketika bertemu Prabowo. “Saya bilang sama Bowo, kalau maju, gak usah bawa tema-tema agama supaya republik ini tidak panas. Pak Prabowo kan nasionalismenya juga tinggi. Ia pastikan ia juga tidak mau negara ini jadi kacau hanya karena pemilihan presiden,”kata Luhut.

“Tadi saya ngomong biasa-biasa saja. Biasanya terinci,” kata Luhut menambahkan ketika VOA menanyakan apakah kedua tokoh ini berbicara secara terinci.

Luhut tidak menjawab ketika ditanya apakah ia juga kerap menyampaikan pesan tertentu dari Presiden Joko Widodo kepada Prabowo Subianto. Namun menurut sumber dekat keduanya yang tidak bersedia disebut namanya, memang ada pesan-pesan dari presiden yang disampaikan melalui Luhut, antara lain soal pentingnya menjaga persaudaraan dan kebangsaan.

Luhut Binsar Pandjaitan dan Prabowo Subianto memang sudah bersahabat lama. Luhut menjadi lulusan terbaik akademi militer pada 1970, Prabowo pada 1974. Keduanya sama-sama sekolah anti-teror di Jerman. Ketika Luhut menjadi komandan pertama Detasemen 81 KOPASSUS, Prabowo menjadi wakilnya. Setelah menjalani jenjang karir di militer, keduanya sama-sama menjadi pensiunan, menjadi pengusaha dan kemudian memasuki dunia politik. (*/ls)

Sumber: voaindonesia