Kominfo : Facebook Akan Diblokir Jika Bahayakan Pilkada Dan Pilpres Begini Tanggapan Pedas Netizen


Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Hukum Henri Subiakto menyebut, Facebook bisa diblokir bila membahayakan pilkada, pilpres maupun Pemilu. Hal ini tak terlepas dari kasus bobolnya data pengguna Facebook di Indonesia.
.
"Kalau memang ini membahayakan, katakanlah membahayakan pilkada atau pilpres atau Legislatif 2019 atau Pilkada 2018  kita blokir," ujar Henri di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/4/2018)

Meski demikian, pihaknya terus mempelajari dan tak ingin asal blokir. Kominfo juga mencari opsi selain menutup Facebook. Sebab jutaan masyarakat banyak yang memanfaatkan Facebook termasuk para pelaku bisnis berbasis digital.

Mengenai wacana itu Praktisi IT Pujo Nugroho menyampaikan, "Kita dan saya pribadi sulit melihat ini secara jernih karena selama ini pemerintah memang tidak fair. Apakah kekhawatiran pemerintah ini karena kebijaksanaan mereka atau akal-akalan supaya menguasai pemilu. Baik pemberangusan kritikus mereka di sosmed maupun pengendalian platform sosmed itu sendiri" .

Dalam komentar tertulisnya ia melanjutkan, "Pengendalian ini seperti "Apabila memposting foto dengan HRS 'otomatis' postingan lenyap". Apakah ini direport ramai-ramai oleh k3c3b0ng atau sistem otomatis FB? Karena selama ini pemerintah terlihat tidak fair maka kita sulit melihat dg jernih" .

Menurut Pujo, hasil kebocoran data pengguna FB ini sudah banyak dimanfaatkan untuk iklan artikel tertarget, sehingga medsos berhasil mempengaruhi opini publik (kalau biasa mengiklan di FB maka akan paham cara kerjanya)
.
"Contohnya kemenangan Donald Trump. Bahkan Brexit (Britain Exit) diduga juga hasil pengolahan data ini sekaligus kampanye tertarget di FB. Mengapa? Karena Brexit itu hasil referendum publik bukan segelintir orang. Dan publik sangat mungkin dimainkan opini dan emosinya melalui sosmed", tambahnya.

Menurut Pujo yang tinggal di Banjarbaru Kalimantan Selatan ini, 1 juta data pengguna Facebook Indonesia sudah terkonfirmasi bocor ke pihak ketiga, dan sangat mungkin pemilu ke depan ada yang bermain dengan cara memanfaatkan data bocor ini.

@IndonesiaBertauhidID
Load more comments

rizkifauzan22Semuanya aja di blokir pak blokkk

azizdimasBLOKIR KABEH.. Back to the age of stone

haris_alfatih@majdibaidawi @mohikhsan303 @_anwarkhairil @khatibul_umam09 @ahmadialfaqiir212

elhami2Siapa yang bocorkan? Pihak FB? Mana data yang bocor itu? Jangan2 tidak ada! Mencari alasan untuk menutup FB sementara waktu karena Pilkada dan Pemilu?

f.azzahra21Blokir sana blokir sini.. semuanya aja d blokir pak biar puas bapaknya๐Ÿ™„๐Ÿ˜‘
uswatunhasanahzIbaratnya, kalau ada orang sakit, sakitnya yang disembuhkan, bukannya orangnya yang dimusnahkan. Rezim panik ๐Ÿ˜

sulfawrniGini aja terus sampai tokek jadi hewan menyusui ๐Ÿ˜ซ @krns016
andi.saja.3956690Cuma direzim ini urusan yg ga perlu dipentingin, yg penting ga malah ga dijalankan

asadalfauzan4Kodong nda main fb mi @arsymitaa

suhari_agung21Katanya kebebasan berpendapat๐Ÿ˜‚

dhewychyenthaSaya berbisnis lwt sosmed lo pak ya ..kalau di dblokir anda menutup rejeki saya ๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”
rdw_jovanFacebook bkn hanya perkara politik boss, banyk org yg bergantung pada FB. Para pegiat UKM, Ol shop milenial, dan pebisnis2 OnLine yg yg menggantungkan hidup pada media sosial seperti FB. Jangan egois hanya untuk kepentingan2 penguasa. Dzolim..!!
arulhaerul29Maumi ditutup fb, nda bisa maki itu siaran langsung @haeriana_ana
faridabdzVpn aja min wkwk

uswahkhairanySemakin ruwet,,,arah tindakanya semakin g jelas
nicogustiolah ,gmn nasib forum jual beli tokek ane ๐Ÿ˜‚

wildan.muliawanLakukan saja pak, dijamin 2019 kalah telak dan gagal tuh 2 periode hahahaha
awan_sumarnaJadi ingat lagi kata Wanda Hamidah, dulu
faris.luthfiRezim panik
sidiqarnandaSisan kominfo ne seng diblokir




. . Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Hukum Henri Subiakto menyebut, Facebook bisa diblokir bila membahayakan pilkada, pilpres maupun Pemilu. Hal ini tak terlepas dari kasus bobolnya data pengguna Facebook di Indonesia. . "Kalau memang ini membahayakan, katakanlah membahayakan pilkada atau pilpres atau Legislatif 2019 atau Pilkada 2018  kita blokir," ujar Henri di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/4/2018) Meski demikian, pihaknya terus mempelajari dan tak ingin asal blokir. Kominfo juga mencari opsi selain menutup Facebook. Sebab jutaan masyarakat banyak yang memanfaatkan Facebook termasuk para pelaku bisnis berbasis digital. Mengenai wacana itu Praktisi IT Pujo Nugroho menyampaikan, "Kita dan saya pribadi sulit melihat ini secara jernih karena selama ini pemerintah memang tidak fair. Apakah kekhawatiran pemerintah ini karena kebijaksanaan mereka atau akal-akalan supaya menguasai pemilu. Baik pemberangusan kritikus mereka di sosmed maupun pengendalian platform sosmed itu sendiri" . Dalam komentar tertulisnya ia melanjutkan, "Pengendalian ini seperti "Apabila memposting foto dengan HRS 'otomatis' postingan lenyap". Apakah ini direport ramai-ramai oleh k3c3b0ng atau sistem otomatis FB? Karena selama ini pemerintah terlihat tidak fair maka kita sulit melihat dg jernih" . Menurut Pujo, hasil kebocoran data pengguna FB ini sudah banyak dimanfaatkan untuk iklan artikel tertarget, sehingga medsos berhasil mempengaruhi opini publik (kalau biasa mengiklan di FB maka akan paham cara kerjanya) . "Contohnya kemenangan Donald Trump. Bahkan Brexit (Britain Exit) diduga juga hasil pengolahan data ini sekaligus kampanye tertarget di FB. Mengapa? Karena Brexit itu hasil referendum publik bukan segelintir orang. Dan publik sangat mungkin dimainkan opini dan emosinya melalui sosmed", tambahnya. Menurut Pujo yang tinggal di Banjarbaru Kalimantan Selatan ini, 1 juta data pengguna Facebook Indonesia sudah terkonfirmasi bocor ke pihak ketiga, dan sangat mungkin pemilu ke depan ada yang bermain dengan cara memanfaatkan data bocor ini. @IndonesiaBertauhidID
A post shared by INDONESIA BERTAUHID REBORN (@indonesiabertauhidid) on