Haji Lulung: Sukmawati Wajib Taubat Nasuha


Keberanian Sukmawati Soekarnoputri meminta maaf atas puisi kontroversialnya patut diapresiasi.

Hanya saja, tetap dipertanyakan kesungguhan permintaan maaf putri Bung Karno itu.

‎"Kita semua tidak tahu, dia (Sukmawati) itu murni minta maaf dari hatinya? Atau karena hanya sekedar memenuhi desakan publik untuk meredam polemik?" kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lulung Lunggana kepada wartawan, Kamis (5/4).

Menurut Lulung, permintaan maaf Sukmawati tidak berarti apa-apa, tanpa disertai tobat kepada Allah SWT. 

"Kalau minta maaf kepada kita (umat Islam), secara manusiawi tentu umat akan memaafkan. Tapi, menurut saya, dia (Sukmawati) juga wajib meminta maaf kepada Allah SWT, dengan sesungguh-sungguhnya taubat atau taubatan nasuha. ‎Karena, kita umat Islam menjalankan ibadah itu semata-mata karena Allah," terang Lulung.

"Ingat, syariat Islam itu milik Allah, umat hanya menjalankan perintah," tegas Lulung menambahkan dengan nada bergetar.

Kemarin dalam jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sukmawati menyampaikan permintaan maaf kepada umat Islam di seluruh penjuru Tanah Air.

‎"Saya menyampaikan permohonan maaf atas puisi tersebut yang dianggap melukai hati umat Islam," kata Sukmawati.

Ada total lima poin yang dibacakan Sukmawati dalam konferensi pers tersebut. Permintaan maaf itu merupakan poin kelima, alias yang terakhir. Saat membacakan poin kelima itu, Sukmawati pun tak kuasa menahan tangis dan suaranya terdengar sesenggukan.[wid]


rmol