Dua Alasan Unjuk Rasa Sukmawati Soekarnoputri Tetap Digelar







Ada dua alasan massa Alumni 212 dan FPI tetap menggelar unjuk rasa hari ini menuntut Sukmawati Soekarnoputri dipenjara. Unjuk rasa itu akan dilakukan di depan Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, seusai salat Jumat.

Alasan pertama tetap digelarnya unjuk rasa itu adalah permohonan maaf Sukmawati Soekarnoputri dan proses hukum dinilai sebagai dua hal yang berbeda. "Ini delik umum, bukan delik aduan," kata juru bicara aksi, Dedy, saat dihubungi di Jakarta, Kamis, 6 April 2016.

Menurut Dedy, kegaduhan yang diciptakan Sukmawati Soekarnoputri dalam puisinya telah menyangkut urusan ketertiban umum, bukan hanya orang per orang. Sukmawati memang telah meminta maaf dan massa Alumni 212 serta FPI menerimanya. "Ahok juga dulu minta maaf, tapi proses jalan terus," ucapnya.



Alasan kedua, Sukmawati Soekarnoputri telah menodai syariat Islam. Unjuk rasa ini digelar karena puisi Sukmawati berjudul Ibu Indonesia dianggap telah menista agama Islam. Puisi itu diciptakan Sukmawati dan dibacakan dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018.

Selain menggelar konferensi pers untuk meminta maaf, Sukmawati Soekarnoputri telah meminta maaf kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin. Gayung bersambut, Ma’ruf meminta umat Islam memaafkan Sukmawati.

Dedy tidak mempersoalkan langkah Sukmawati Soekarnoputri itu. Meski begitu, imbauan Ma'ruf itu tidak membatalkan rencana unjuk rasa. Sebab, kata Dedy, ia sendiri juga telah memaafkan Sukmawati, tapi puisi Sukmawati tetap telah menodai syariat Islam. "Kami tidak dalam posisi mewakili Allah menerima maaf beliau," ujarnya.


tempo