Diminta Menjelaskan tentang Miraj Nabi, Mahfud MD: Itu harus Ada Penjelasan Soal Iman & Ilmu Modern


Mahfud MD menjadi penceramah pengajian (mauidhotul hasanah) memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad.

Pengajian tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Darul Aytam, Sanggrahan, Situbondo, Sabtu (21/4/2018).

Diketahui Ponpes Darul Aytam adalah ponpes asuhan Kyai Zaini Romli, ayah dari aktivis Nahdlatul Ulama, Mohamad Guntur Romli.

Mahfud mengaku sangat gembira dapat berceramah di depan para santri dan santriwati.

Dalam pengajian tersebut, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut menyampaikan tentang 'Keajaiban Isra Mi'raj dan NKRI hingga pukul 23.30 WIB.

Momentum saat mengisi pengajian juga diabadikan oleh Mahfud melalui akun Twitternya.

Dalam unggahan Twitternya, Mahfud melampirkan foto para santri dan santriwati saat duduk tenang mendengarkan pengajian.

"Semalam sy ngisi pengajian Isra’Mi’raj di ponpes Darul Aytam Sanggrahan, Situbondo, ponpes yg diasuh K. Zaini Romli, ayah @GunRomli Asyik juga berceramah dan dialog ttg “Keajaiban Isra’ Mi’raj” dan NKRI sampai jan 23.30," kicau Mahfud.


 Menanggapi unggahan Mahfud, seorang netizen yang penasaran dalam kolom komentar meminta Mahfud untuk menceritakan tentang proses Mi'raj Nabi Muhammad.

"Baik kalo prof berkenan ceritakan sedikit proses Mi'raj" rasulullah SAW," kicau netizen bernama akun @Andiammulia3.


Balasan dari @Andiammulia3 tersebut dibalas oleh Mahfud tak lama kemudian.

Namun pria kelahiran Bangkalah yang menjadi salah satu pakar hukum Indonesia ini enggan memberikan penjelasan soal Mi'raj Nabi Muhammad melalui Twitter.

Menurutnya, pembahasan soal Mi'raj sangat panjang dan tidak bisa disampaikan melalui Twitter.

Selain itu, Mi'raj adalah soal iman dan ilmu modern. Sehingga menjadi tidak jelas jika disampaikan melalui Twitter, imbuh Mahfud.


Balasan dari @Andiammulia3 tersebut dibalas oleh Mahfud tak lama kemudian.

Namun pria kelahiran Bangkalah yang menjadi salah satu pakar hukum Indonesia ini enggan memberikan penjelasan soal Mi'raj Nabi Muhammad melalui Twitter.

Menurutnya, pembahasan soal Mi'raj sangat panjang dan tidak bisa disampaikan melalui Twitter.

Selain itu, Mi'raj adalah soal iman dan ilmu modern. Sehingga menjadi tidak jelas jika disampaikan melalui Twitter, imbuh Mahfud.