Dikritik PDIP Soal Program Ahok, Anies Jawab Dengan Program


Gubernur Jakarta Anies Baswedan diminta Fraksi PDIP DPRD DKI untuk tidak alergi menggunakan istilah program pemerintahan Ahok sebelumnya. Contohnya dengan mengubah ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) menjadi Taman Maju Bersama dan Taman Pintar.

Menjawab kritikan tersebut, Gubernur Anies menyatakan penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) dalam lima tahun ke depan bertujuan membuat ekosistem perkotaan dalam bentuk taman maupun jalur hijau.

Menurutnya Taman Maju Bersama dan Taman Pintar bukan hanya sebuah RTH, melainkan membangun interaksi di dalamnya.

“Komponen utama dari konsep pembangunan Taman Maju Bersama dan Taman Pintar adalah pelibatan komunitas setempat dalam pemanfaatan dan pengelolaannya sehingga interaksi sosial bisa terjadi,” ujar Anies menjawab tanggapan fraksi pada rapat paripurna mengenai raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di Gedung DPRD DKI, Selasa (3/4).

Dengan demikian, lanjut Anies, pembangunan Taman Maju Bersama dan Taman Pintar tidak hanya ditujukan untuk peningkatan RTH. Tapi memfasilitasi interaksi sosial penduduk setempat secara bottom up alih-alih top-down.

“Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus berusaha untuk melakukan pembebasan tanah, baik untuk hutan, makam, maupun taman, terutama di lahan-lahan yang memiliki peruntukan hijau,” terang Anies.

Menurut Anies, pihaknya melihat peningkatan RTH hanya satu persen dalam 15 tahun terakhir.


Oleh karena itu, Anies berkomitmen untuk melakukan beragam strategi lain, seperti insentif dan disinsentif penegakan pemanfaatan lahan, pengembalian fungsi jalur hijau di pinggir sungai melalui naturalisasi sungai, pelibatan swasta dan komunitas lainnya.

Selain berfungsi ekologis, RTH juga memiliki fungsi sosial sebagai ruang publik, di mana warga kota sebagai tempat bermain ramah anak, perpustakaan, berolahraga, dan bersosialisasi. (fj)

eramuslim